chapter twelve

976 Kata
Nevan berjalan ke rooftop sekolah. Ia menduduki sofa favoritnya mencoba menikmati pemandangan sehabis menggantikan Neyra menjalankan hukumannya. "Kan apa gue bilang, pasti dia di sini," ucap Vano dari arah samping Nevan. "Kayak gak tauh Nevan aja lo. Di mana lagi tempat dia bolos kalau gak di rooftop?" ujar Radit, menduduki sofa sebelah Nevan. "Katanya mau ke toilet. Ehh malah ke rooftop." singgung Gerald ke Nevan. Namun yang disinggung tampak biasa saja. "Van gue liat-liat lo lagi banyak pikiran?" tanya Gerald. "Ada masalah lo?" tanya Gefi. "Gak ada," jawab Nevan. "Yakin lo. Kalau ada masalah cerita Van," ujar Gerald menepuk bahu Nevan, yang berda di sebelah kirinya sedangkan Radit di sebelah kanan Nevan. "Gak," jawab Nevan mengulang kembali perkataanya. "Susah ya ngomong sama lo," kesal Gefi. Bukannya Nevan tidak ingin bercerita perihal perjodohannya dengan Neyra, ia rasa belum waktunya untuk sahabat-sahabatnya tahu tentang perjodohannya. "Ehh.. ehh.. Guys Revano ngajak duel nih. Barusan dia nge chat gue," ucap Gefi yang baru mendapatkan pesan dari Revano. "Balapan?" tanya Vano. "Gak. baku hantam," jawab Gefi. "Gue serius," ucap Vano dengan nada kesal. "Gue serius dia ngajak kita berantem!" ucap Gefi kesal. "Maksud lo tauran?" tanya Radit. Gefi mendengus kesal. "Ya Iyalah masa main congklak?" "Lo juga bilangnya baku hantam," ujar Gerald, melemparkan kacang yang dibelinya sebelum mencari keberadaan Nevan. "Kapan?" tanya Nevan "Besok," jawab Gefi. "Gue gak bisa," ucap Nevan. Bukannya dia menolak tapi karena besok adalah hari pernikahannya dengan Neyra. Mana mungkin ia menerima tawaran Revano. "Lah kenapa? biasanya juga lo terima ajakannya Alastar?" tanya Vano heran. "Sibuk," jawabnya "Sibuk ngapain lo Tumben banget?" tanya Radit "Acara keluaga." jawab Nevan "Tumben" gumam Gerald menatap Nevan. "Yaudah jadi gue tolak nih?" tanya Gefi. Nevan menganggukan kepalanya pertanda 'lya'. "Ke kantin aja yuk, Laper nih gue." titah Gerald sambil mengusap perutnya. ... Neyra berjalan memasuki kantin, ia bisa melihat para sahabatnya duduk di bagian paling pojok kanan. "Nih, dia orangnya datang." tunjuk Mira menatap Neyra yang menduduki dirinya di tengah-tengah Ayna dan Billa. "Enak ya. Hukumannya digantiin ketua Reveelix sekaligus Most Wanted sekolah," singgung Ayna mencolek dagu Neyra. Neyra mendengus kesal. "Apaan sih kalian," "Udah deh, gak usah bohong lo. Tadi kita liat ya! Lo dibisikin sesuatu sama Nevan. Apa jangan-jangan lo jadian yah sama dia tanpa sepengetahuan kita," tunjuk Indira membuat Neyra gelegapan. "Udalah Ney. Gue yakin sih Nevan suka sama lo." ucap Mira. "Buktinya aja dia natap lo waktu itu," ucap Mira. "Mau berapa kali si gue bilang, dia natap gue bukan berarti dia suka sama gue," ujar Neyra. Billa mencolek pipi Neyra. "Alahh ngaku aja deh lo. Lo udah pacaran sama Nevan tanpa sepengetahuan kita, kan?" Neyra menggelengkan kepalanya. "Apaan sih, gak ada ya gue jadian sama dia." "Jadian apanya coba, orang udah mau nikah," batin Neyra. "Terus ngapain dia yang gantiin hukuman lo, kan lo yang dihukum?" tanya Billa. Neyra mulai gelegapan harus menjawab apa. Bukannya ia ingin menyembunyikan semuanya apalagi perjodohannya dengan Nevan. Namun, belum waktunya untuk para sahabatnya tahu. "Haahh... gu..e gak tau dianya aja yang nyuruh gue minggir, yaudah gue minggir, eh tau-taunya dia yang gantiin hukuman gue," ucap Neyra tidak sepenuhnya berbohong. "Tuh kan apa gue bilang. Nevan pasti suka sama lo. Gini yah Neyra, dia aja gantiin lo yang dihukum terus dia juga ngelihatin lo. Udah gue pastiin dia fix suka sama lo!" ucap Mira. "Gak mungkin." "Apanya yang gak mungkin Neyra. Susah emang kalau ngomong sama lo." kesal Mira. "Terus yang lo hampir ciuman sama Nevan itu apaan?" tanya Ayna. "Heh! Dia gak ada ya nyium gue orang dia bisikin gu. " Ucapan Neyra terhenti kala mengingat ucapan Nevan. Jika ia memberi tahu sahabatnya otomatis mereka akan curiga. "Bisikin apa?" tanya Ayna. "Dia itu bisikin gue, kalau gue jangan sampai dihukum kaya tadi lagi." jawab Neyra gelegapan. "Enggak masuk akal banget deh," ujar Billa curiga. "Dia bisikin gue gitu kok," ucap Neyra sambil meminum jus mangga milik Ayna. "Heh! Jus mangga gue. Beli dong, gak modal banget sih lo." kesal Ayna mengambil jus mangga yang berada di genggaman Neyra. Neyra mendengus kesal. "Yaelah pelit amat lo!" "Auhh ahh gelap," kesal Ayna. Neyra cekikikan melihat raut wajah Ayna yang kesal denganya. Nevan dan anggota Reveelix memasuki kantin. Kantin menjadi heboh karena kedatangan mereka. Nevan berjalan menduduki salah satu meja yang sudah seperti hak milik dari ketua Reevelix. Tidak ada yang berani menduduki meja tersebut kecuali Nevan dan anggota Reveelix. "Pesan apa?" tanya Radit. "Biasa kentang goreng sama jus alpukat," jawab Gerald. "Kalian?" tanya Radit lagi. "Samain," ucap Nevan. "Oke," ucap Radit. "Van." panggil Gefi. Nevan mengangkat sebelah alisanya membalas panggilan Gefi. "Gue denger-denger lo gantiin Neyra yang di hukum?" tanya Gefi. "Hmm," Balas Nevan. "Hah serius?" Kaget Vano. Nevan menganggukan kepalanya. "Gila ini seriusan Nevan. Gue gak nyangka lo peduli sama cewe apalagi Neyra," ujar Gerald. "Eh, Neyra itu adiknya Bang Kevin kan. ya?" tanya Gefi memengang dagunya. Gerald megangukkan kepalanya. "Eh, iya ya. Baru ingat gue." "Hmm," gumam Nevan. "Woy ngomongin apa sih lo pada?" tanya Radit. Yang baru saja datang membawa pesanan mereka berlima. "Itu sih Neyra bukannya, adiknya Bang Kevin, ya?" tanya Gefi. "XI Ipa 3, kan?," tanya Radit. Gefi menganggukkan kepalanya menjawab. "Emang iya, baru tau lo pada?" jawab Radit. Vano mengangukkan. "Kok gue baru sadar ya." "Lonya aja yang lupa," ucap Radit. Nevan sama sekali tidak mendengar perdebetan sahabatnya. la sedari tadi menatap meja Neyra yang berada di bagian pojok. Tatapan Neyra bertemu dengan Nevan. Namun dengan cepat Nevan memutuskan kontak matanya dengan Neyra terlebih dahulu. Nevan merogoh saku celanya mengambil benda pipih miliknya. la mulai mengotak atik ponselnya. Tingg.. Neyra merogoh saku roknya. Terlihat ada nomor yang tidak di kenal yang mengirimkan pesan kepadanya. +628134****** Jgn lupa pulang sm gue Me Siapa? +628134****** Nevan Me Ohh oke Nevan dan Neyra saling tatap membuat teman-teman mereka keheranan. "Woy Ngapa lo?" tanya Billa. "Enggak apa-apa," jawab Neyra, lalu memasukan ponselnya ke dalam saku kemejanya. ...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN