Chapter nine

932 Kata
Neyra menatap lelaki itu. Sepertinya ia mengenal lelaki  tersebut. Begitu pun sebaliknya. "Nevan," "Neyra." Neyra menatap Nevan binggung. Sebenarnya apa yang terjadi? la yakin pasti ada sesuatu yang disembunyinkan oleh kedua orangtuanya. "Loh kalian sudah saling kenal?" tanya Rasti menunjuk mereka berdua. "Gak Tan. hanya tahu sebatas nama doang," jawab Neyra. Nevan duduk tepat di hadapan Neyra. Membuat Neyra merasa risih ditatap Nevan. Nevan tidak menyangka jika calon istrinya adalah Neyra. "Mah sebenarnya ada apa sih. Kok aku ngerasa ada yang kalian sembunyiin?" tanya Neyra curiga. "Nanti juga kamu bakalan tahu sayang," jawab Fina Mama Neyra. Neyra hanya menganggukan kepalanya, menurut. "Oh iya kita makan dulu. Setelah itu baru kita bahas," ucap Rasti mempersilahkan Neyra dan keluarganya untuk menyantap makanan yang sudah tersedia di atas meja. Neyra menyantap makanan dengan keaadan risih karena sedari tadi Nevan terus menatap dirinya lekat. Selang beberapa menit kedua keluarga Neyra dan Nevan telah selesai menyantap makanan yang tersedia.  "Jadi kita mulai saja. Papa sama Mama mau menjodohkan kamu dengan Nevan." ucap Papa Neyra to the point. Betapa kagetnya Neyra mendengar ucapan Papanya. Bagaimana bisa orangtuanya menyembunyikan hal ini darinya. "Hah? Neyra gak salah dengar?" ujar Neyra dengan suara tinggi. Neyra menggelengkan kepalanya tidak percaya. "Papa sama Mama becanda, kan? Gak mungkin aku nikah di saat aku masih sekolah, Pa." "Mama sama Papa serius sayang Papa mau kamu nikah sama Nevan," ucap Ferdi membelai rambut anaknya. "Pah aku masih sekolah belum waktunya aku nikah," ujar Neyra yang sudah mulai berkaca-kaca. "Ney Mama mohom. Mama yakin sama pilihan Mama. Nevan juga baik kok. Mama gak mau kamu salah pergaulan sayang. Mohon Fina manatap Neyra penuh harap. Apa ini yang dimaksud Mama dan Papanya agar tidak mngecewakan keduanya. Neyra tidak sanggup untuk menikah di umur yang masih terbilang muda ini. Namun ia tidak bisa melihat Mamanya sedih karenanya. Neyra menatap Mamanya yang ingin mengeluarkan air matanya. "Terserah Mama sama Papa saja." balas Neyra meneteskan air matanya. Dengan sigap ia menghapus air matanya yang berlinang di pipinya. "Jadi kamu mau kan sayang?" tanya Rasti menatap calon menantunya bahagia. Neyra menganggukan kepalanya tersenyum paksa menatap Bunda Nevan. "Iya tante." "Panggil Bunda aja. kan bentar lagi kamu jadi anak Bunda juga," ujar Resti tersenyum. "I.q.ya Bunda," balas Neyra gugup. Nevan menatap Neyra tajam. "Bun Aku mau bicara bentar sama Neyra," ucap Nevan. Bunda Nevan mengangukkan kepalanya. "Oh oke, silakan." Nevan berjalan menggandeng tangan Neyra menuju taman rumahnya. Neyra tersentak kaget saat Nevan menggandeng tangannya. "Kok gue serasa kambing congek yah di sini." gumam Kevin pelan. Sedari tadi hanya diam. Menatap drama di rumah ini. "Ohh iya Fin ini anak kamu yang pertama, yah?" tanya Rasti. Fina menganggukkan kepalanya. "Iya.” "Udah nikah belum?" tanya Rasti menatap Kevin "Belum ada calonnya Tante," jawab Kevin kikuk. "Loh tante kira kamu udah nikah," balas Rasti. Yang di tanya hanya nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi putihnya.  "Orang gue baru kuliah semester, masa udah dikira nikah. Apa gue setua itu yah. Perasaan muka gue ganteng aja," batin Kevin. Di lain tempat Neyra Duduk di bangku taman rumah Nevan yang berdekatan dengan kolam renang. Sedari tadi mereka hanya diam. Tidak ada yang membuka suara. Hingga Nevan memecahkan keheningan. Membuat Neyra terkejut dengan suara Nevan. "Kenapa lo terima perjodohan ini. Jangan bilang karena lo terpaksa?" tanya Nevan membuat Neyra terdiam enggan menjawab ucapan Nevan karena yang dikatakan Nevan, benar adanya. "Kalau lo diem berarti benar," ucap Nevan, menjeda ucapannya.  "Lo bisa nolak perjodohan ini kalau lo emang gak mau, gue gak mau lo nikah sama gue karena terpaksa."  Neyra mulai berkaca-berkaca mendengar ucapan Nevan. Neyra menerima perjodohan ini, karena tidak ingin mengecewakan Mama dan Papanya. "Kalau gue tanya pertanyaan yang sama kayak lo. Apa lo mau jawab?" tanya Neyra balik. Skakmat. Nevan terdiam karena ucapan Neyra yang ia lontarkan kepadanya. Neyra menatap Nevan yang terdiam.  Tes. Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya mengalir dengan sendirinya di pipi Neyra. "Lo diam berarti benar. Gue tau alasan lo nerima perjodohan ini. Karena lo gak mau kan, Bunda lo kecewa sama lo. Lo gak mau kan bikin bunda lo sedih karena lo nolak perjodohan ini? Lo gak mau kan ngeliat Bunda lo nangis di hadapan lo? Dan alasan lo juga sama kayak alasan gue. Gue gak mau nyokap gue kecewa ataupun sedih apalagi sampai nangis di depan gue. Gue tahu kalau gue nolak perjodohan ini, nyokap gue pasti bakal kecewa sama gue. Gue gak mau ngebuat nyokap gue sedih," ucap Neyra menangis sejadi-jadinya menatap manik mata milik Nevan. Entah mendapatkan keberanian dari mana Nevan berani menarik Neyra ke dalam pelukannya. "Maaf gue gak bermaksud bikin lo nangis." Percayalah ini pertama kalinya Nevan berkata maaf. Ini juga pertama kalinya Nevan memeluk seorang perempuan yang berstatus sebagai calon istrinya. Neyra menganggukkan kepalanya. ... Neyra dan Nevan berjalan ke meja makan dengan Nevan yang masi menggandeng tangan Neyra. "Udah kali gandenganya. Ingat tempat Van." singgung Kevin menatap mereka berdua yang sudah mendudukan dirinya di bangku meja makan. Nevan dan Neyra hanya diam mendengar ucapan Kevin. Nevan baru menyadari ternyata ia menggandeng tangan Neyra dari taman hingga ke meja makan. "Ohh iya Bunda sama Ayah udah tentuin tanggal pernikahan kalian. Kalian akan nikah dua hari lagi, gimana? Bunda sama Ayah gak punya banyak waktu, Bunda sama Ayah harus pergi ke Kanada tiga hari lagi," ucap Resti Bunda Nevan. "Hah?" seru Nevan dan Neyra kompak.. "Secepat itu, Tan?" tanya Neyra. "Udah Bunda bilang panggilnya Bunda aja," ujarnya. "Ehh I..iya Bunda," balas Neyra. "Jadi gimana kalian mau. kan?" tanya Mama Neyra. "Terserah Mama aja," jawab Neyra Nevan melikirik Neyra sekilas. "Maafin gue." Batin Nevan. "karena gue lo jadi terjebek di situasi ini." ...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN