Bab 21– Terungkap

1086 Kata

"Kamu pergi sendirian?" "Ya, seperti yang Om tahu. Aku kemana-mana sendirian. Aku punya suami, tapi serupa anak gadis yang masih lajang. Lucu sekali kan? Aku ngga pernah menduga akan seperti ini nasibku, Om. Sangat ironis." Matias mengangguk lalu ikut tertawa melihat Arimbi tertawa. Setelah tawa mereka mereda, pria itu kembali memusatkan atensi pada jalanan sembari mengendalikan roda kemudi. Hening untuk beberapa saat. Laju kendaraan itu melambat dan berhenti di traffic light. Matias kembali mencoba mengisi waktu dengan mengajak Arimbi membangun obrolan. "Faron kemana emangnya?" "Entahlah, Om. aku nggak tahu, akhir-akhir ini dia seringkali menghilang tanpa mengabariku seperti biasa. Aku juga sudah masa bodo. Aku capek kalau harus terus mikirin dia." "Mungkin kamu memang sudah ada di t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN