Bab 15– Kepergian Arimbi

1078 Kata

"Arimbi, buka pintunya! Kamu lagi apa di dalam nggak keluar dari tadi?" Arimbi yang mendengar ketukan pintu dari luar kamar, lantas bangkit dari posisinya. Dia baru saja menyelesaikan tugasnya mem-publish tulisannya setelah sempat libur satu hari kemarin. "Bentar, Ma," jerit gadis itu sembari bergegas membuka pintu. Setelah pintu berhasil terbuka sosok sang ibunda mulai terlihat berdiri di depan pintu. "Kenapa, Ma?" "ini udah waktunya makan malam. Kamu ngapain aja? Kebiasaan banget deh kalau udah di depan laptop sampai lupa sama waktu. Lihat udah jam berapa ini?" Tunjuk Sahira pada jam bulat yang bertengger di dinding. Kontan saja kepala Arimbi bergerak ikuti arah ujung telunjuk Sahira. "Oh iya, astaga ... udah malam ternyata," selagi bergumam demikian, Arimbi mengusap tengkuknya pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN