"Arimbi, buka pintunya! Kamu lagi apa di dalam nggak keluar dari tadi?" Arimbi yang mendengar ketukan pintu dari luar kamar, lantas bangkit dari posisinya. Dia baru saja menyelesaikan tugasnya mem-publish tulisannya setelah sempat libur satu hari kemarin. "Bentar, Ma," jerit gadis itu sembari bergegas membuka pintu. Setelah pintu berhasil terbuka sosok sang ibunda mulai terlihat berdiri di depan pintu. "Kenapa, Ma?" "ini udah waktunya makan malam. Kamu ngapain aja? Kebiasaan banget deh kalau udah di depan laptop sampai lupa sama waktu. Lihat udah jam berapa ini?" Tunjuk Sahira pada jam bulat yang bertengger di dinding. Kontan saja kepala Arimbi bergerak ikuti arah ujung telunjuk Sahira. "Oh iya, astaga ... udah malam ternyata," selagi bergumam demikian, Arimbi mengusap tengkuknya pe

