Winda dan Bian saling pandang. Kemudian Bian dengan sisa tenaganya menyeret tubuhnya sendiri menuju kamar. Sementara Winda segera bangkit dari lantai dan duduk di kursi ruang tamu dengan napas yang masih tersengal karena diserang panik dan ketakutan. Penjaga yang tubuhnya berotot itu datang membawa satu piring penuh makanan dan segelas minuman. Matanya menyipit saat menatap Winda yang bersikap aneh dan menjadi pendiam. Tidak seperti tadi, saat mereka mendengar gedoran pintu dan teriakan wanita tersebut. "Habiskan makanan ini. Karena kalau Pak Ronald tahu, dia akan memarahi Anda, Nona!" Piring diletakkan di atas meja. Makanan ini berupa nasi, ayam goreng, tumia kacang panjang. "Tapi, ingat. Jangan berikan sesuap pun makanan ini ke siapa pun. Ngerti, kan?" tanyanya sembari mendekat ke Win

