Sensasi dingin dan kenyal menyentuh kulitnya, tanpa ada gerakan berarti tapi ciuman itu sungguh sangat memberikan pengaruh besar pada gadis itu. Bahkan saking syok dan gugupnya ia sampai hampir terhuyung jatuh untungnya lengan kekar lelaki di depannya itu menopangnya. Ketika otaknya sudah menyadari keadaan yang sedang terjadi ia tetap tidak bisa menggerakkan tubuhnya, seolah pikiran dan tubuhnya saling berlawanan. Ia hanya terdiam membeku sambil berkedip syok, sedangkan lelaki di depannya tampak tenang menciumnya sambil memejamkan matanya. Cukup lama mereka dengan posisi seperti itu sampai perlahan Segara memundurkan wajahnya, menatap parau dirinya yang masih linglung dan cengo. "Ayo pulang–" Segara mengerjap ketika tarikan tangannya ditahan oleh gadis itu, ia menatap Riska yang masih t

