Gadis itu hanya menunduk sejak tadi, di bahunya jas Segara tersampir untuk menghangatkan tubuhnya. "Kamu tunggu disini sebentar, aku ambilkan air." Lelaki itu berniat beranjak tapi betapa kagetnya ia ketika pergelangan tangannya ditahan oleh gadis di belakangnya itu. Ia menoleh, menemukan gadis itu terus memeganginya tanpa sepatah katapun. Ia jadi menghela napas pelan, mendudukkan dirinya tidak jadi pergi. "Ada yang sakit, hm?" tanyanya penuh perhatian, ia tahu jika sekarang gadis itu sedang trauma. Riska menggeleng pelan, hanya diam di tempatnya sambil terus memegangi tangan lelaki itu seolah melarang lelaki itu meninggalkannya. "Maafin saya, acaranya jadi berantakan karena saya." Ucapnya pelan. "Udah tidak usah mikirin hal itu lagi," balas Segara tegas, "yang penting kamu baik-baik sa

