Part 41 Pengungkapan

1247 Kata

Kedua orang itu duduk saling berhadapan di ruang tamu tanpa mengatakan apapun, Riska menatap secara terang-terangan lelaki di depannya yang tampak masih syok. "Bagaimana kamu bisa tau?" Akhirnya setelah sekian menit berlalu tanpa mengatakan apapun suara lelaki itu terdengar membuka pembicaraan, tatapan seriusnya menandakan jika itu bukanlah masalah sepele bagi lelaki itu. "Aku melihat surat dokter di kamar." Bola mata lelaki itu tampak membesar sempurna, seingatnya ia tidak pernah menaruh surat dokter di kamar itu, bagaimana surat itu bisa ada disana? "Apakah itu hal yang penting? Sekarang jelaskan semuanya kepadaku!" tegas gadis itu merasa telah dibohongi selama ini. Lelaki bermata tajam itu menurunkan pandangannya, menunduk dengan bola mata bergerak ke kanan kiri terlihat kebingun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN