Pertemuan Tak Terduga

1304 Kata
“Apa tidak ada yang lain?” tanya Tobias kepada Saputra, ketua tim pengembangan aplikasi video yang mereka beri nama F – video atau food video dimana semua orang yang suka makanan berkumpul di platorm itu dan bisa mendapatkan adsense pada setiap videonya tentu saja syarat dan aturan berlaku. Ketua tim itu mengajukan proposal untuk merekrut Alea sebagai brand ambassador. Perempuan itu memiliki subscriber terbesar se Indonesia untuk food vlogger. Tentu saja dengan nama itu Saputra yakin bisa memperluas jaringannya tak hanya Indonesia tapi juga manca negara. Hal ini bukan tanpa alasan, Alea adalah food vlogger yang aktif collab dengan food vlogger lain di luar negeri. Bahkan di IG - nya sering muncul foto-fotonya bersama food vlogger terkenal di mancanegara. Lagipula, gadis itu sudah menerima banyak endorse, secara tak langsung jaringannya sudah sangat besar. “Kak Tobias kan pernah bilang jangan tanggung-tanggung. Banyak investor siap invest project baru kita. Jadi ya saya langsung keinget channel Beauty Albino.” “Aku yakin ada yang lebih bagus dari dia,” kata Tobias sambil mengetuk meja dengan telunjuknya. Ia memang belum banyak tahu tentang dunia food vlogger, namun ia yakin ada banyak orang yang memiliki kemampuan lebih darinya. Namun sebenarnya, Tobias hanya tak ingin berhubungan lagi dengan gadis itu. Meski belum lama mengenal Alea, tapi melihat gayanya saja ia tahu kalau gadis itu sangat bar-bar. Ia tak ingin ada masalah yang disebabkannya. “Ehm, ada Kak tapi dia jauh di bawah dia,” kata Saputra sambil menunjuk foto dalam proposal yang masih tergeletak di atas meja Tobias. “Kita rekrut dia.” “Anda yakin?” Saputra membelalak lebar, seakan tak yakin kalau Tobias tahu soal food vlogger. “Ya, saya yakin.” Saputra hanya bisa menghela napas berat, kecewa dengan keputusan sang bos yang selama ini selalu mengambil keputusan yang bagus. Hanya saja, entah kenapa kali ini pria itu justru membuat kekeliruan besar. Saputra keluar dengan langkah lemah setelah diminta Tobias untuk segera meninggalkan ruangannya. *** Namun keyakinan itu seketika luntur saat tahu food vlogger terbaik kedua adalah seorang wanita yang begitu pendek dan gemuk. Secara visual meskipun tidak sebaik Alea, bahkan jauh sekali darinya. Namun bukan itu yang ia permasalahkan tetapi tingkah perempuan itu seakan dialah wanita tercantik sedunia. Percaya diri itu baik tapi terlalu percaya diri sama dengan hiperaktif. Perempuan itu bernama Pretty Sweety, setidaknya itulah nama channelnya dan nama itu seakan mendarah daging hingga ia selalu memperkenalkan dirinya sebagai Pretty Sweety sementara nama aslinya adalah Noviatun Asri Ningsih. Nama yang sangat tidak menjual, pantas saja kalau dia menggunakan nama tenarnya. “Perkenalkan beliau Tobias, beliau CEO perusahaan ini. Kalau saya, anda pasti sudah kenal kan,” kata Saputra, memperkenalkan Tobias kepada Pretty saat mereka bertatapan. Pretty baru tiba, tapi suasana kantor seketika berubah. Seakan ada badut pasar malam yang tersesat dan masuk ke kantor ini. Perempuan itu bahkan belum masuk ruang meeting saat tak sengaja bertemu Tobias, tapi Tobias merasa merinding hanya dengan melihat senyumnya yang entah mengapa lebih menakutkan daripada kuntilanak. “Astaga, ternyata CEOnya masih muda ya. Ehm, omong-omong Kak Tobias masih jomlo nggak?” tanya Pretty sambil menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga. Senyumnya merekah seperti roti kukus yang baru matang, ia mengulurkan tangan tetapi Tobias hanya memandang tangan itu. Rendra, orang kepercayaan Tobias sekaligus kepala security di perusahaan ini entah sejak kapan datang. Mungkin Tobias terlalu fokus pada Pretty hingga ia tak menyadari kedatangannya. Itu bukan persoalannya, kedatangan lelaki setinggi seratus delapan puluh dua senti meter ini seperti juru selamat untuknya. “Tobias, ada….” “Oh jadi meetingnya dipercepat ya. Kita harus jalan sekarang.” Tobias memotong ucapannya, bahkan segera merangkul pundak lelaki itu dan mengajaknya menjauh sejauh-jauhnya dari Pretty. “Sial,” umpatnya setelah beberapa langkah dari Pretty yang masih terbengong – bengong  sekaligus terpesona dengan ketampanan Tobias. Tobias tak setampan Dewa Yunani, namun ia memiliki charisma yang tak bisa ditutup – tutupi. Wajahnya seperti menegaskan kalau ia tak hanya dibesarkan dengan sendok perak namun juga sendok emas. Wajah itu seakan menunjukkan kalau ia seorang pemuda yang masuk dalam daftar crazy rich di negara ini. “Ada apa?” tanya Rendra sambil menoleh ke belakang, memandang Pretty yang tiba – tiba tersenyum kepadanya. Seketika tubuhnya menggigil ngeri melihat senyum yang lebih buruk daripada senyum hantu. “Kamu pasti tahu alasannya,” kata Tobias. “Karena gadis gendut itu?” Rendra tertawa terbahak – bahak. Ia sempat berpapasan dengan Pretty di lobi kantor. Gadis berambut pink menyala itu dengan begitu percaya diri memutar badan dengan dua tangan dibentangkan, seperti di film – film india. Gadis itu bahkan dengan sok cantik menanyakan letak ruang meeting kepadanya sambil tersenyum sok manis yang membuat kadar gula di tubuh Rendra seakan menurun drastis. Oke, ini terlalu body shaming tapi orang yang terlalu percaya diri terkadang tak sadar mempermalukan dirinya sendiri dan hal itulah yang terjadi pada seseorang seperti Pretty. Mereka berjalan keluar kantor, menuju sebuah café yang berada tak jauh dari gedung perkantoran tempat mereka bekerja. Duduk di café yang masih lengang karena jam masih menunjuk angka sepuluh pagi. Tobias menghela napas berat lalu tertawa tanpa alasan seperti orang bodoh. “Kamu sinting,” tukas Rendra sembari menyedot es kopi yang sudah ia pesan sebelumnya. “Aku merasa project F - video bukan gagasan yang bagus,” ujar Tobias sambil memandang ke luar jendela. “Bukannya kamu sendiri yang punya ide itu?” “Ya, tadinya kupikir … ah sudahlah.” Tobias meraih gelas es kopinya lalu menyedot es itu hingga menimbulkan suara keras saat yang tersisa hanya es batunya saja. “Aku sudah dengar dari Saputra. Kamu sendiri yang memilih Pretty dan aku yakin kamu tidak tahu apa – apa tentang dia … padahal dia sudah mengajukan Beauty Albino sebagai bran ambassador. Memangnya kenapa dengan Alea?” tanya Rendra. “Kamu tahu namanya?” Sebuah kejutan karena Rendra tahu soal Alea. “Aku salah satu subscribernya. Jadiin dia brand ambassador, aku yakin F – Video akan sangat maju bersamanya.” “Sok tahu.” Tobias bahkan enggan untuk mengalihkan perhatiannya. “Beneran. Dia food vlogger tercantik yang pernah kulihat. Apalagi kalau lihat dia mukbang. Aku yakin kamu bakal ngeces liat dia makan banyak.” Tobias mencibir Rendra yang terlalu berlebihan dalam memuji Alea. Ia yakin kalau Rendra bertemu Alea secara langsung dan tahu sifat aslinya, pujian itu akan ditelan lagi ke perutnya. Di saat itulah seorang gadis albino bersama seorang lelaki hitam dan rambut keriting tiba-tiba masuk café. “Sumpah ya, itu makanan kayak karet tahu, anjir mau review jujur nggak enak sama yang punya,” ucap Alea kepada rekan kerjanya. “Kamu udah ngelakuin hal baik, Kak. Dia kan janda tiga anak,” balas si hitam manis berambut keriting. “Makanya itu. Tapi kalau masakannya kayak gitu terus tanpa perbaikan, aku nggak yakin dia bisa bertahan,” ucapnya. Alea dan rekan kerjanya berdiri di depan waitress yang sekaligus kasir. Memesan minuman lalu memuntar tubuh untuk mencari tempat duduk. Di saat itulah, tatapan Alea beradu dengan Tobias. Senyum yang sempat merekah segera menghilang berganti dua alis bertaut dan bibir sedikit mengerucut. Tobias diam dan hanya melihatnya saja sementara Alea tak acuh dan mencari tempat. Café ini kecil dan hanya memiliki empat meja dengan delapan kursi yang saling berhadapan. Alea pun segera berjalan menuju kursi yang paling jauh dari Tobias. Melewati lelaki itu sambil mengibaskan rambut pendeknya. Tobias meringis, gadis itu tak menyapanya bahkan tampak jelas kalau masih kesal karenanya. Ia menggeleng beberapa kali masih berusaha untuk mengenyahkan gadis itu tak hanya dari pandangannya tapi juga dari pikirannya. Tapi itu bukan hal mudah, terutama saat tahu-tahu ia berdiri di sampingnya, mengeluarkan amplop coklat dari tas selempangnya dan menjatuhkan uang cash yang dikareti per satu juta rupiah. “Apa - apaan ini!” Tobias terkejut dengan apa yang dilakukan Alea secara tiba – tiba. Seperti apa reaksinya dan apa sih yang membuat Alea bersikap seperti ini? Ikuti lanjutannya ya….
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN