Pasrah

1660 Kata

“Pak… Pak, di situ aja. Duduk aja Pak, santai.” Ratu mencegah Raja yang terlihat akan berjalan ke hadapannya. “Kita ngobrol santai Pak.” “Oh, jadi maksud lo, gue cukup stay di tempat aja. Terus nanti lo yang nyamperin? oke. Gue pasrah kalau gitu.” “Pak…” lirih Ratu. “terserah Bapak mau mikir apa. Yang jelas, saya tutup gorden dan pintu, supaya nggak ada yang lihat kita berduaan di ruangan, itu aja kok. Saya nggak mau jadi bahan gosip.” tegas Ratu, memperjelas bahwa isi pikiran Raja itu sah besar. “Terus?” Raja kembali duduk di tempatnya. “Ya… itu Pak. Saya memang rencana minta tolong sama Bapak, supaya Pak Raja ngizinin saya buat bayarnya nyicil, eum… dalam waktu lima bulan? dua juta dibagi lima, jadinya empat ratus ribu perbulan, boleh ya, Pak?” Ratu menjelaskan dengan nada memoho

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN