POV JANEANESTAPUTRI
Kuikuti langkah kak Farah, kulewati pintu menuju belakang pemandangan taman itu sangat indah, hingga kak Farah berhenti disitu ada kursi meja, taman ini sangat enak untuk pagi atau sore bahkan malam untuk sekedar minum teh, kak Farah duduk dikursi tersebut, aku tak sungkan duduk dikursi yang berjarak meja dengan kak Farah, hingga ia membuka suara
" Jane kamu tahu? aku ini seorang artis, sejak melahirkan, Joha melarangku untuk kembali kedunia entertain, ia hanya mau aku duduk dirumah menjadi istri yang baik dan menjaga anak kami, tapi aku ga bisa berhenti, aku gak tau harus gimana lagi menghadap Joha, jadi cuma uncle Patra yang bisa bujuk Joha, Jadi aku mohon sama kamu, pintalah papamu untuk beritahu Joha agar mengizinkanku, itu syaratku untuk kamu tinggal disini." ucap kak Farah menceritakan hal juga syarat agar ia bisa bergabung didunia entertain
" kak, bukan Jane ikut campur tapi benar kata bg Joha, tempat istri disisi suami, jangan pernah ngebantah ucap suami kak." jelasku agar kak Farah tahu kalau suami itu harus dipentingkan
" itu syaratku." ucapnya dengan muka yang ketus
" baiklah kak." aku langsung meninggalkan taman itu ingin menuju ruang tamu.
POV FATTAH DEJOHA
Pikiranku mulai aneh-aneh, ntah apa mau Farah katakan kepada Jane, rasa penasaran aku langsung menuju kamar tapi yang sangat dekat dengan taman yang mereka duduki, aku dengar satu persatu kata kata yang Farah ucapkan, aku kecewa karena ia tidak terima dengan permintaanku, aku menyuruhnya berhenti dari dunia entertain ada sebabnya, karena Farah sangat gila dengan dunia luar, dia pasti sangat sibuk nantinya, dia bahkan jarang memperhatikan aku, apa lagi anakku, itulah kenapa aku melarangnya, tapi baik lah jika dia meminta izin dariku, aku tidak akan memaksa dia untuk menetap, bekerjalah sesuka hatinya.
" Pak Joha." panggilan dari bibi srii
" iya bi." jawabku
" itu non Jane mau pulang." teriak bi sri yang belum melihat batang hidungku.
aku langsung keluar keruang tamu
" udah? mau pulang ya?." tanyaku pada Jane
" iya bg, dianterinkan." tanya Jane
" sorry abg sibuk, naik angkot aja ya." kubuat wajah ku seserius mungkin
" haah, Jane gak tahu jalan, tapi gak papa, abg tulis alamat Jane nanti Jane tinggal kasih tahu sama abg angkotnya." pertama Jane terkejut, tapi akhirnya ia setuju.
" Tapi boong." gelakku
" iih abg, nyeselin." ucapnya sambil memanyunkan bibir nya.
menggemaskan, tapi sayangnya aku hanya bisa menjaganya bukan memilikinya.
Diperjalanan, aku menanyakan apa yang dikatakan Farah, tetapi Jane tidak ingin memberi tahu kepadaku.
Hingga 2 hari lagi uncle berangkat, aku tidak mendapati kabar jika uncle memintaku untuk mengizinkan Farah untuk bergabung didunia entertain, apakah Jane tidak memberi tahunya? atau Jane sengaja.
BANDAR UDARA INTERNASIONAL CHANGI SINGAPURE
Tiba hari dimana Patra akan berangat keaustralia untuk membangun proyek cabang perusahaannya, ia diantar oleh Jane dan Joha, sudah ada Justin dan asistennya Alex yang menunggunya.
" Sayang, papa akan menyelesaikan proyek ini dengan cepat, kamu jaga diri baik-baik, papa akan segera pulang." ucap Jane memeluk putri semata wayangnya.
" iya paa, Jane pasti baik-baik saja, papa baik-baik disana, jangan telat makan jaga kesehatan, Jane sayang papa." ucap Jane memeluk erat,berat hati ditinggal papanya.
" iya sayang, papa juga sayang sama kamu." balas Patra mencium puncak kepala Jane, Patra melepaskan peluk dari Jane, ia beralih keJoha.
" Jo, jaga Jane baik-baik, uncle percaya sama kamu." permintaan Patra
" siap ncle, udah jadi tugas Joha, kalau ada apa-apa uncle langsung kabari Joha." ucap Joha
" baik lah, Jane papa berangkat yaa, Jo Uncle berangkat." ucap Patra tersenyum sambil melambaikan tangan melangkah jauh membawa koper bersama Alex dan Justin.
"Hati-hati." jawab Jane dan Joha bersamaan sambil melambaikan tangan, hingga pungung mereka tidak tampak lagi, Jane dan Joha langsung pulang kerumah Jane.
Dirumah Jane
" Jane kemasi barang-barangmu." ucap Joha santai sambil menjatuhkan bokongnya disofa ruang tamu.
" Bg sepertinya aku tinggal disini saja, aku gak enak merepotkan kalian, pliss jangan beri tahu papa" jawab Jane yang memohon sambil mendaratkan bokongnya disebelah Joha, sepertinya Joha mulai berfikir kalau Jane keberatan dengan persyaratan istrinya.
" Abg udah tahu semuanya Jane." ucap Joha membuat Jane terkejut apa sebenarnya yang Joha tahu.
" Maksud abg?." tanyanya penasaran
" aku mendengarkan pembicaranmu dengan Farah." Jane seketika terkejut sampai susah payah menelan air liurnya sendiri, " aku akan memberi Farah izin, jika itu keinginnya." ucap Joha membuat Jane tidak enak hati
"Tapi bg" belum selesai Jane bicara Joha langsung memotongnya." Jangan pernah merasa gak enak Jane, bukan karena kamu aku mengizinkannya, tapi aku gak mau mengurungnya, membuatnya gak nyaman." ungkap Joha, akhirnya Jane bisa bernafas dengan lega, " syukurlah bg, aku hanya gak mau karena aku, kak Farah membantah abg, sebagai istri kak Farah berhak mengikuti perintah abg sebagai suaminya." jelas Jane dibalas senyuman Joha yang mengembang.
'Andai saja Farah sepengertian kamu Jane .' batin Joha
Akhirnya Jane dengan senang hati meninggalkan rumahnya dan tinggal dirumah Joha, Jane berlari menaiki tangga membereskan barang yang akan dibawa, setelah selesai ia turun menghampiri Joha, Joha yang sadar dihampiri Jane pun langsung mengambil alih tas yang Jane bawa menuju kemobil, sedangkan Jane mengunci pintu rumah.
mereka sudah didalan mobil untuk menuju kerumahnya, didalam perjalanan mereka membicarakan tentang hal-hal kecil, hingga mobil yang mereka naiki terpakir diperumahan elit milik Joha, mereka langsung turun, Joha langsung mengambil tas milik Jane, masuk kedalam kediamannya.
" Bi, tolong bawa Jane kekamarnya." ucap Joha yang sudah diketahu Bi Ina dimana kamar yang akan ditempati Tamu tuannya.
" Ayo non". ucap bi Ina yang mengambil alih tas dari Joha langsung mengajak Jane menaiki tangga menuju kamar yang sudah disiapkan, " ini kamarnya Non sudah disiapkan sama Tuan." ucap bi Ina memperhatikan wajah Jane yang masih memperhatikan seisi kamar.
" Ini kamar tamu ya bi?." tanya Jane penasaran kamar tamu seperti kamar pemilik Rumah, kalau iya kamar tamu seperti ini bagaimana lagi kamar pemiliknya.
" Bukan Non ini kamar keluarga Non, yang menempati biasa Orang tua Tuan atau Nyonya." Jelas Bi Ina
" Pantasen bi ini gede banget kamarnya, aku pakai Tamu aja deh bi." balas Jane tidak enak
" Ini perintah Tuan non, ga apa-apa, non istirahat aja biar bibi beresin barang non." ucap Bi Ina ingin membawa tas Jane kelemari, tapi dihalangi Jane " Ga usah bi aku bisa sendiri, bibi kebawah aja, nanti aku nyusul." Jelas Jane yang langsung mengambil tasnya dari tangan Bi Ina, sedangkan bi Ina langsung keluar kamar, Jane langsung membereskan pakaiannya didalam lemari, dan keperluan lainnya.