15. Awal kerenggangan

1021 Kata
Sedangkan Joha mencari keberadaan istrinya, ia menyulusuri tempat yang biasa istrinya menggabiskan waktu tapi tidak menemukan keberadaan Farah, tanpa fikir panjang Joha menaiki lantai dua tempat terakhir yang iya yakini dikamar, ia sudah punya rencana untuk membuat Farah tidak curiga, ia sudah berada didepan kamar mereka dan menggenggam knop pintu, dengan perlahan ia membuka pintu, yang didalam kamar tersebut segera menoleh melihat ada yang membuka pintu kamarnya, senyumnya merekah melihat suaminya sudah pulang, ia yang sedang menidurkan putrinya segera berdiri menyambut sang suami. " sayang, udah pulang, uncle Patra udah berangkat." ucap Farah " Udah sayang, aku mau bicara sesuatu sama kamu." wajah Farah berubah ceria mendengar Joha ingin mengutarakan sesuatu, melihat raut wajah istrinya Joha menghela nafas dan berlalu menjatuhkan bokongnya disofa biru dikamarnya " langsung aja sayang." Farah langsung mengikuti Joha mendaratkan bokongnya duduk disebelah sang suami, siap mendengarkan berita baik yang ia tunggu, dengan berat hati akhirnya Joha pasrah " Uncle minta kamu bergabung lagi didunia Entertain." ucap Joha membuat Farah membulatkan matanya tidak percaya suaminya mengizinkan atas permintaan Uncle Patra, hatinya berlonjak senang karena berkat Jane ia bisa mendapatkan izin dari sang suami " kok bisa Uncle minta tolong kamu sayang?." penasaran Farah ingin tahu ceritanya tanpa harus dicurigai, " Jadi gini, tiba-tiba Uncle nanya kamu, kenapa ga keliatan lagi, aku bilang aku gak izinin, terus Uncle bilang kamu itu bintang sayang sekali, jadi uncle pujuk aku buat kamu gabung lagi, pertama ku tolak, tapi lama-lama uncle maksa, aku jadi kasihan, jadi yaudah deh, menurut kamu gimana?." bohong Joha bercerita untuk meyakinkan Farah " YaAmpun uncle bisa aja, aku sih mau aja ya sayang, tapi kamu gimana?." tanya Farah seolah ia mengkhawatirkan suaminya " Gak usah khawatir aku dan Farhana kami akan baik-baik saja, kapan kamu mau mulai?." Joha sudah tidak bisa pura-pura lagi, ia ingin segera keluar mencari angin segar, karena saat didalam kamar ia merasakan sesak yang teramat mencekik tenggorokan, apa lagi melihat putri kecil yang masih kecil membutuhkan ibu disampingnya hingga beranjak gedek. " aku akan bicarakan dulu dengan managerku, Makasih yaa sayang?." Farah langsung memeluk suaminya, " iya sama-sama, itu Jane sudah datang, dia dikamarnya mungkin lagi bersih-bersih." ucap Joha melepaskan pelukkan dari istrinya, dan ingin segera beranjak pergi. " Iya nanti aku ketemu dia, kamu mau kemana?." tanya Farah, "keluar." seru Joha tanpa melihat Farah yang heran melihat tingkahnya. Dikamar Farah sangat senang ia segera menghubungi Managernya untuk membahas kontrak kerja, sedangkan Joha duduk ditaman untuk memenangkan fikiran, tak henti-hentinya ia menghela nafas, yang begitu berat, sejenak ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, Jane yang baru selesai mandi hanya memakai daster mini mengexpost pahanya yang putih mulus, rambutnya masih digulung dengan handuk, berdiri dibalkon kamarnya, tanpa Jane sadar dirinya dilihat Joha, dengan susah payah Joha menelan ludahnya melihat pemandangan yang begitu menggugah iman, tak ingin berlama-lama melihat Jane dan membuat imannya luntur Joha segera masuk kedalam rumah, ia segera menuju kamar Jane menyuruh Jane segera turun untuk makan. Tok Tok Tok Tok , agak lama Joha mengetuk, karena ia tau Jane sedang dibalkon, mendengar suara kaki berjalan kearah pintu, Joha pun bicara " Jane, kalau udah selesai turun yaa, makan dulu baru istirahat." ucap Joha " iya abg, sebentar yaa." Jawab Jane disebarang pintu " oke." balas Joha langsung turun Jane segera mengeringkan rambutnya, setelah lima menit rambutnya kering ia memakai rok panjang untuk menutupi pahanya, karena ia memakai daster mini yang pendek diatas paha. ia segera turun kebawah menuju meja makan, senyumnya merekah melihat Joha sudah dimeja makan "Abg, kak Farah mana, gak ikut makan?." tanya Jane langsung duduk dikursi, Joha langsung melihat kearah Jane, 'pakai rok, sopan ternyata ni anak' batin Joha tersenyum kearah Jane, "Bi panggilin Farah, bilang saya ajak makan." ucap Joha menyuruh bi Ina " baik tuan." jawab bi Ina " Loh bg kok ga sekalian tadi panggilnya." heran Jane " udah, dia emg suka lama banget." ucap Joha, hanya dibalas anggukkan Jane Bi Ina yang sudah naik kelantai dua untuk memanggil Farah segera turun kembali " Tuan kata nyonya lanjut aja makannya." ucap Bi Ina "lagi apa dia?." tanya Joha "itu tuan, nyonya lagi telponan sama managernya." ucap Bi Ina, Joha yang mendengar menghela nafas " Yaudah makan aja Jane." ajak Joha " iya bg, bi Ina ayok sini makan." Jane ngajak bi Ina makan bersama, Joha melihat Jane mengajak pembantunya makan bersama heran, selama ini pembantu tidak pernah makan bersama tuan rumah, Joha mau Farah tidak pernah sekali pun mengajak Bi Ina makan bersama "Lanjut aja non." jawab bi Ina "Makan disini aja bii." ajak Joha "bibi makan dibelakang aja Tuan." balas Bi Ina " Emg bibi makan dibelakang dimana? kapan-kapan boleh dong Jane ikut makan dibelakang." ucap Jane memperhatikan bi Ina dengan wajah yang ceria " Gak usah kalian kalau mau makan disini aja, jangan dibelakang, dengar ya bik, jangan sekali-kali ajak Jane makan dibelakang." ucap Joha memperingati bi Ina, Joha sudah membayangkan setidak nyamannya makan dibelakang. " iih abg mah." kesel Jane "Ayok bi cepat makan sini ." ajak Joha lagi, bibi pun tidak sungkan langsung mengambil nasi dan lauk pauk, walaupun ini pertama kali ia ikut makan dimeja bersama majikkan, ia sudah terbiasa dengan Joha, hanya saja jika dengan Farah ia agak sungkan karena Farah selalu menegur setiap kesalahan Bi Ina, walaupun jika tinggal dirumah berdua dengan Farah Bi Ina sangat akrab, tapi kalau bergabung saat makan, nonton tv atau berpergian bi Ina tidak pernah diizinkan, karena menurut Farah bi Ina hanya seorang pembantu. setelah sambungan telpon Farah dan managernya terputus, Farah turun kebawah meninggalkan Farhana yang sedang tidur, ia pun menyusul kemeja makan, wajah tidak suka Farah terlihat disaat ia melihat Bi Ina makan bersama dengan suaminya, sorotan raut wajah tidak suka Farah ditangkap oleh Joha. "Ada tamu toh." sindir Farah menjeling Bi Ina sambil mendudukkan bokongnya dikursi sebelah Joha. "Maaf kak, tadi aku datang langsung beres-beres terus diajak makan, kak ga ada, kata bibi kaka lagi ada telpon, jadi maaf belum sempat ketemu." ucap Jane tidak enak hati mendengar sapa dari Farah. "kamu mah kaka udah tahu, ada tamu lain." jeling Farah sambil menyantap makanannya " udah, selesaikan makan kalian." sergah Joha Mereka makan dalam diam karena ada aura yang mencengkam.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN