POV FATTAH DEJOHA
Aku seorang Artis sejak usia 9 tahun, diusiaku yang masih kecil aku hanya berperan sebagai pemain sebuah film, aku shuting film bersama bintang terkenal dia Angleagusla, dia peran utamanya, sebagai ibuku difilm tersebut, diluar layar kami cukup dekat, dia kekasih pemilik stasiun tv Brotoestapatra, pria ini selain kaya dia juga sangat terkenal diperusahaan, bahkan orang biasa mengenalnya.
kedekatanku dengan tante Glea membuatku sedikit banyak mengenali karakter tante glea, ternyata dia tidak tulus menjadi kekasih pak patra, ia hanya ingin jadi bintang terkenal, kadang kadang saat bersamaku tante glea sering bersikap aneh, kadang dia diamdiam menelpon seseorang, bahkan bertemu seorang laki laki , aku pernah mendengar pembicaraan mereka, seorang pria berkata " Heii sayang, kenapa? Ayoolah kamu sudah jadi bintang, tinggalkan dia, aku lelah bertemu sembunyi sembunyi terus." ucap pria itu
" sabar sayang, aku janji akan secepatnya mengatakan padanya, beri aku waktu sedikit saja, aku akan mencoba untuk pelan pelan mengabaikannya." tante glea menenangkan pria itu
"baiklah secepatnya oke sayang." pria itu mencium bibir tante glea, tante glea pun membalasnya.
aku kasihan sekali dengan pak patra, aku harus memberitahu pak patra, 'oh iya foto biar ada buktinya' batinku
Kreeek
"Yes dapet." ucapku
aku pergi meninggalkan tempat sepi itu, aku berusaha mencari keberadaan pak patra, kucari iaa dikantornya ternyata dia sedang sibuk dengan berkasnya.
" Permisi pak." ucapku sambil mengetuk pintu ruangannya
" iyaa, masuk." pak patra menyuruhku masuk
"Ada apa." ucapnya lagi
" Boleh kah saya berbicara serius dengan bapak sebenar saja." ucapku gugup, pak patra malah ketawa mendengar ucapanku
" hahaha, apa katakan aja, kamu Fattah Dejoha yang pemain film dengan kekasihku kan." ia tersenyum kepadaku
" iya pak, saya selama shutting film saya sangat dekat dengan Tante glea, saya merasa aneh dengan sikapnya, sehingga saya pernah mengikutinya bertemu dengan seorang pria ditempat sepi." jelasku kepada pak patra
" kamu jangan mengada ngada." ucap pak patra malas menganggapi ceritaku
" saya punya bukti pak." aku tidak ingin pak patra salah paham terhadapku, aku langsung menujukkan foto tante glea yang sedang berciuman dengan seorang pria sangat jelas, ku pandang wajah pak patra, rahangnya mengeras tanda ia sangat marah.
" bisakah kamu kirimkan kepadaku." pinta pak patra
" baiklah." aku pun langsung mengirimkan foto tersebut
belum sempatku keluar, ada yang mengetuk pintu ruangan pak patra
tuk tuk tuk
" siapa?" tanya pak patra
" sayang ini aku". ucap perempuan disebalik pintu
" masuk." pinta pak patra, juga mengasi kode agar aku bersembunyi.
" sayang ada yang ingin kamu sampaikan kah denganku?." tanya pak patra ke tante glea
" haah." tante glea bertanya tanya apa maksud pak patra
" ?(Foto Glea bersama seseorang sedang bercium) bisakan kamu jelaskan". pak patra menunjukkan foto yang kukirim ke tante glea, ku tau pak patra pasti meredam marah saat itu
" Hahaha, kamu dapat dari mana foto itu, tapi yaudah sih, aku sudah berniat untuk meninggalkanmu, karena aku sudah menjadi bintang terkenal, kamu sudah tidak punya kuasa atas diriku patra." tante glea tertawa tanpa merasa bersalah
" KELUAR." Marah pak patra terhadap tante glea.
Aku masih shock melihat pak patra marah, dia sangat kuat meneriaki tante Glea, menyuruhnya keluar, kutahu ada rasa kecewa didirinya, ku datangi dia .
" Pak sabar yaa, maafkan saya yang telah mehancurkan hubungan bapak." ucapku merasa bersalah dengan pak patra
" No, it's oke, bisa kah kamu panggil uncle saja?" pintanya,
aku hanya mengangguk dan tersenyum kearah uncle, aku dan uncle patra duduk disoffa ruangannya, iaa melongkarkan dasinya dan membuka dua kancing baju atasnya.
" Wanita sialan , leherku seperti dicekik karenanya, bagaimana bisa aku gak sadar kalau aku hanya dimantaafkan, karena kebodohan ku ini aku meninggalkan istri dan putriku". cerita uncle kepadaku
" Uncle tenangkan dulu pikiran uncle, uncle kelihatan sangat kacau." ucapku membuatnya tenang
" Dejoha, uncle berterimakasih sekali padamu, bisakah Joha teman curahan hati uncle, dengarkan setiap cerita uncle, uncle merasa kosong sekarang, uncle merasa bersalah". itulah yang uncle katakan , hingga setiap kali bertemu dengannya, dia selalu menceritakan tentang mantan istri dan juga putrinya, ia mengirim pengawal untuk mencari tahu tentang sehari hari mereka diluar rumah, serta menjaga mereka.
kadang kadang kalau tidak sibuk uncle selalu berkunjung hanya ingin melihat anaknya, banyak kutahu tentang putrinya, Jane putrinya sangat cantik, aku terpesona melihatnya, umur kami berbeda 7 tahun.
ku pandang wajahnya yang sudah remaja, aku menyukainya, aku jatuh cinta padanya, dari banyak cerita tentangnya, tentang aktifitasnya yang selalu dikirim orang suruhan uncle, walaupun aku belum bertemu dengannya tapi aku benar benar jatuh hati padanya entah kapan aku akan bertemu dengannya.
Disaat umurku sudah 25 tahun, aku memainkan sebuah sinetron, peran wanitanya cantik, dia ZuraFarrah, aku suka, dia wanita yang baik, tangguh, aku suka dia karena aku melihatnya langsung, sedangkan Jane aku hanya mendengar dari cerita uncle.
Selesai sinetron yang kami mainkan, saat dilokasi shuting kami sangat dekat hingga kami menjalin sebuah hubungan, satu tahun menjalin kasih kami memutuskan untuk menikah diusiaku 26 tahun dan usianya 31 tahun, kami berbeda umur 5 tahun.
Tak lama kami menikah Farah hamil,
tepat 9 bulan farah melahirkan seorang putri yang sangat cantik Namanya Aisya Farhana, kini ia sudah mulai pintar, menginjak usia 5 bulan, tingkahnya sangat menggemaskan.
Tibatiba ponselku berbunyi sebuah panggilan dari uncle ia memintaku menjemputnya dibandara.
waktu sudah menunjukkan sampainya pesawat uncle aku segera meraih kunci mobil, dan pergi kebandara, ku duduk menunggu selama lima belas menit, sebuah pesawat sudah lepas landas, tak lamaku menunggu ku melihat wajah uncle, aku langsung meneriakinya.
uncle ternyata bersama putrinya, ku curi pandangi wajah Jane, ternyata aslinya lebih cantik , hingga kami berkenalan, kau tahu , dia memanggilku dengan sebutan om , emang aku setua itu apa, Uncle Patra tertawa mengejekku karena dianggap om om, kutatap wajahnya sambil menaikkan sebelah alisku menujukkan wajahku heran, akhirnya aku menjelaskan kalau usia kami berbeda hanya 7 tahun, ia meminta maaf , kuliat wajahnya malu malu, sangat menggemaskan bukan.
setelah aku merasa cukup nyaman dengannya, aku selalu mencari celah untuk menggodanya, membuat pipinya memerah karena malu.
Uncle Patra membutuhkan bantuanku untuk menjaga Jane, karena Uncle Patra memiliki perkerjaan yang mengharuskan ia untuk berpisah dengan Jane, aku tidak berberatan, tapi hatiku keberatan, aku takut hatiku menyelam terlalu dalam, aku harus menyadarkan diriku agar aku tidak melakukan kesalahan yang akan membuat rumah tanggaku hancur, walaupun dia menganggapku hanya orang Asing, tapi lihatlah bagaimana cara orang asing ini menjaganya.