Seusai acara pertunangan selesai, Alana memilih menyendiri di jembatan dekat gedung. Dia tak menyangka cintanya dengan Diaz tersimpan kebohongan yang besar, selama ini dia tak menyadari siapa Diaz sebenarnya. Dia tak tahu Diaz adalah laki-laki di masa lalu yang berhasil menghancurkan hidupnya. "Kenapa semuanya jadi seperti ini? Seandainya Aku tahu lebih awal, Aku nggak sudi melangsungkan pertunangan ini." Alana berkata dengan nada bergetar, dia menyeka air matanya yang tak berhenti menetes di pipinya. "Alana." Diaz berdiri ragu di belakang Alana. Dia tak menyangka jati dirinya di ketahui Alana. Bahkan Alana mengetahuinya dari sang mami secara tak sengaja. Wajah Alana berubah garang mendengar suara Diaz, dia menoleh memandang Diaz murka. Laki-laki di hadapannya memang sudah dia cintai

