"I don't get it. You don't want me gone. But you don't want me with you either." . . . Malam itu, atmosfer yang sama masih melingkupi kediaman rumah Sandra. Wanita itu tidak berhenti menangis dan memegangi ponselnya. Nomor ponsel Gema sudah tidak aktif, padahal ia masih bisa mendengar nada sambungnya setengah jam yang lalu. Dua orang itu duduk di ruang tamu yang senyap dengan posisi saling berhadapan di dua kursi sofa yang berbeda. Chandra memijat kepalanya yang terasa penat, sebelum akhirnya berdiri, "Kita cari Gema," Sandra mengangkat wajahnya yang masih basah karena air mata, "Segampang itu? Kamu pikir Jakarta ini seluas kandang ayam apa?! Kita mau cari Gema kemana?!" "Ya kita cari kemana aja, sampe Gema ketemu! Kita cari ke rumah temen-temennya atau ke tempat tongkrongan dia?"

