“The pain you feel today, will be the strength you feel tomorrow." . . Langit sudah mulai berubah menjadi semburat oranye yang bercampur dengan langit biru petang. Gema mengendarai motornya dengan kecepatan stabil dan kali ini ia tidak ingin pulang ke rumah lebih cepat. Gema tidak habis pikir kenapa Alga bersikap seperti itu terhadapnya, membuat hatinya nyeri dua kali lipat dari biasanya. Awan mendung masih mengelilingi kota Jakarta. Namun gerimis belum juga turun. Gema tidak memiliki arah tujuan dan yang ia lakukan hanyalah mengendarai motor dan mengambil jalan memutar. Gema sebisa mungkin tidak ingin membenci Alga, karena meskipun perempuan itu tidak mengakui perasaannya Gema tahu bahwa Alga menaruh perasaan yang sama dengan apa yang ia rasakan. Setelah satu jam berputar-putar di p

