"Dokter Devian?" Devian yang sudah berada di luar rumah sakit pun menoleh ke belakangnya. "Eh Dokter Rafi. Apa kabar?" "Alhamdulillah baik. Dokter sendiri bagaimana?" "Alhamdulillah. Sehat. Lagi ada pelatihan ya di kota ini?" "Iya nih dok. Sekalian kerumah sakit ini. Singgahin calon istri." "Oh ya? Siapa?" "Suster Risa." "Oh suster Risa." Devian manggut-manggut. "Dokter tinggal di daerah sini?" Devian tersenyum. "Iya. Panggil nama aja gih, gak usah formal gitu." Rafi yang merupakan adik tingkat Devian semasa kuliah kedokteran pun terlihat salah tingkah dan tersenyum canggung. Sebuah pemikiran penting terlintas, Devian beralih menatap Adila. "Sayang, kamu tunggu di mobil bisa?" "Kenapa mas?" "Mas mau bicara hal penting sebentar sama Dokter Rafi. Sebentar aja. Janji."

