Devian pulang dalam keadaan lelah berkepanjangan. Ia memasuki halaman rumahnya begitu penjaga rumah yang selalu berada didekat pintu pagar membuka pintunya. Devian menatap mobil Adila yang terparkir rapi. Menandakan bila istrinya itu sudah pulang. Ada rasa rindu didalam hatinya tapi ia tahan. Tak mau memikirkan banyak hal, Devian segera memasuki rumahnya yang terasa sunyi. Devian mencoba menulusuri seisi rumah. Berharap menemukan istrinya yang mungkin sibuk melakukan aktivitas lain. Tapi Devian tidak menemukannya. Hanya ada satu ruangan yang belum ia telusuri, yaitu kamarnya. Ia pun segera memasukinya dan hawa dingin dengan lampu gelap gulita yang ia dapatkan. Devian meraba dinding, mencari saklar lampu kemudian menghidupkannya dan ia terkejut melihat Adila yang bergelung di atas

