Adila sudah selesai dengan semua pekerjaannya. Saat ini ia berada disebuah gudang yang berada paling ujung ruangan butiknya. Disana terdapat banyak puluhan pakaian-pakaian syar'i dewasa dan anak-anak serta pakaian pria lainnya yang baru saja tiba dari pengiriman luar kota. Adila menutup buku catatannya lalu menuju meja kerjanya, membuka laci dan meraih ponselnya. Tidak ada notifikasi apapun mengenai Devian kecuali notifikasi sosial media dan sss. Adila terdiam sejenak. Sejak kapan ia jadi memikirkan Devian? Padahal sudah hampir 4 tahun ini pria itu selalu membanjiri semua sosial medianya. Di mulai dengan hanya sekedar sapa'an, like semua postingan sampai gombalan recehnya yang membuatnya kesal. Tapi kali ini tidak. Adila menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia harus menepis pikiranny

