bc

Love at The Tea Land

book_age18+
5
IKUTI
1K
BACA
family
opposites attract
heir/heiress
office/work place
regency
small town
office lady
scientist
friends
like
intro-logo
Uraian

Arimbi adalah gadis muda yang baru melangkahkan kakinya dikehidupan baru sebagai seorang dewasa muda yang memulai karir yang direncanakannya sedari remaja. Dengan segala rintangan yang ditemuinya yang justru membuatnya goyah untuk melanjutkan langkahnya merintis karir yang diimpikannya. Apakah ia akan menyerah atau berkompromi dengan keadaan serta perasaanya?

Note:

Semua penamaan baik orang, benda, tempat dan kondisi atau keadaan purely imaginary penulis semata. Jika ada kemiripan atau kesamaan maka itu adalah faktor kebetulan semata.

chap-preview
Pratinjau gratis
Chapter 1
"Here I am"....Arimbi menarik nafas dalam. Hari ini memasuki minggu ke tiga bagi dirinya menjadi salah satu staff di perusahaan agroindustri ini. Setelah 2 minggu masa orientasi yang dilaluinya bersama 17 orang new comer lainnya, akhirnya tak terasa minggu terakhir masa orientasi datang juga. Arimbi akan bergabung di divisi Agroteknologi dan Inovasi Produk, divisi dimana ilmu yg dimiliki Arimbi harus dia terapkan dilapangan. Untuk 18 staff baru, hanya Arimbi yang di divisi ini sementara yang lainnya banyak tersebar di unit marketing, IT, finance dan admin dan masing-masing satu di unit legal, quality and assurance dan Arimbi di unit agroteknologi. Perusahaan ini sangat jarang melakukan rekruitment besar-besaran, jadi rekruitment yang saat ini termasuk jumlah yang banyak dalam empat tahun terakhir. Perusahaan ini bergerak dibidang perkebunan, pertanian dan peternakan dengan tujuan marketnya mostly ke wilayah Eropa, Australia, Africa dan Asia selain juga memenuhi pasar domestik, terutama untuk produk unggulan mereka yaitu teh. Perusahaan Will Agro Global Industries awalnya adalah perkebunan dan perusahaan milik pribadi. Perkebunan ini dulu dirintis oleh seorang meneer kaya dari Belanda tuan Willems tepatnya Fredrick Rohn Willems di masa penjajahan dulu. Generasi kedua tuan Willems adalah anak-anaknya, yaitu dua anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Anak laki-laki yang nomer dua yang akhirnya mengelola perkebunan setelah ķembali ke perkebunan ini setelah dewasa, sementara anak tuan Willems lainnya memilih menetap tinggal di Belanda dengan profesi mereka masing-masing. Anak tuan Willems yang mengelola perkebunan ini bernama Alfred Willems mempunyai seorang anak laki-laki yang melanjutkan perkebunan ini, bernama Theodore Willems yang menikah dengan perempuan pribumi bernama Larasati. Anak laki-laki Theodore yaitu Teddy Willems saat ini adalah orang yang dituakan di perusahaan ini. Dibawah managementnya perusahaan ini go publik dan memiliki perwakilan dibeberapa wilayah Asia seperti Jepang, Beijing, Seoul dan Mumbai. Sedang saudara perempuannya bernama Thelma merupakan seorang dokter bedah jantung yang menikah dengan pria Belanda dan menetap di Belanda. Teddy Willems sendiri mempunyai tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Anak sulungnya Kendratama Fredrick Willems adalah calon penerus perusahaan ini, karena adik laki-lakinya Khaal Fredrick Willems yang sekarang tinggal di USA memiliki passion dalam hal aeronautical engineering jadi tinggal Kendra yang memang punya background pendidikan bisnis dan industri yang jadi candidate penerus perusahaan, sedang adik perempuannya Kanisha Fredrick Willems ikut jejak tantenya dibidang medis dan sekarang sedang study untuk ambil sub specialist tepatnya dalam bidang bedah, spesifik lagi pediatrician surgery terutama bedah jantung anak di Belanda. Perkebunan ini mengembangkan usahanya dengan membuat inovasi dan meningkatkan produksi. Produk mereka masuk dalam produk premium dan menjadi supplier untuk kaum aristocrat dan chains hotel-hotel berbintang dunia. Walau begitu mereka tetap mempunyai brand untuk kelas economy yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum. Wilayah perkebunan dan perusahaan ini melingkupi 6 districts sehingga boleh dibilang Will Agro Global Industries adalah penguasa wilayah, karena selain agro industri, sejak dikelola oleh Kendratama, dia mulai mengembangkan potensi agro wisata dengan membangun hotel, resort dan golf course serta ecowisata.Tapi keluarga Willems sangat paham dengan kearifan local, mereka tidak semena-mena. Mereka selalu mengkomunikasikan visi misi perusahaan kepada pemerintah setempat sehingga tidak heran bila pemerintah daerah sangat welcome dan support perusahaan. Pendapatan asli daerah limapuluh persen lebih berasal dari tax yang dibayar perusahaan dan roda ekonomi daerah berputar diseputar operasional perusahaan yang delapan puluh persen memperkerjakan penduduk setempat. Itu sedikit info yang diketahui Arimbi selama dua minggu ini dari tiga minggu masa orientasi yang akan dijalaninya. Arimbi hanya tahu tentang perusahaan ini selama dia kuliah di jurusan pertanian, itupun karena beberapa produk unggulan Will Agro Global Industries sering dipakai sebagai rujukan untuk praktek lab oleh dosen-dosennya. Arimbi melamar di perusahaan ini karena dosen-dosennya banyak yang merekomendasikan perusahaan ini kepadanya. Arimbi sendiri telah ditawari posisi sebagai dosen di almamaternya, tetapi karena Arimbi berencana untuk mencoba dunia kerja dilapangan langsung karena ilmu yang dimilikinya adalah ilmu terapan maka akan banyak menjadi bekal baginya nanti jika memutuskan untuk masuk ke bidang akademis jika menjadi dosen. Dan untungnya dosen-dosennya mendukung rencana Arimbi tersebut. Arimbi merupakan favorite dosen di kampusnya karena dia adalah mahasiswi cerdas dengan prestasi akademik yang nyaris sempurna. Waktu kuliah Arimbi adalah tipe mahasiswa kupu-kupu..kuliah-pulang, kuliah-pulang. Dia tidak begitu tertarik dengan dunia kongkow bareng atau ngemall, dia lebih tertarik membaca buku di perpustakaan atau berdiskusi dengan kelompok mahasiswa yang menjadi asisten riset dengan beberapa dosen. Arimbi di tahun ke 2 sebagai mahasiswa juga sudah bergabung dengan tim asisten dosen atau tim asdos. Ini terjadi ketika ada mahasiswa senior yang mengajaknya untuk aktif di tim asisten dosen, tujuannya agar kedepannya bisa ikut terlibat jika dosen membutuhkan asisten riset. Dengan aktifitasnya bergabung dengan tim asdos, dia banyak mendapat pelajaran penting yang tidak semuanya di ajarkan di kelas...seperti bagaimana berinteraksi dengan mahasiswa dikelas, bsgaimana dosen bekerja menyiapkan materi perkuliahan atau ketika mengawasi ujian. Selain itu prestasi akademik Arimbi sangatlah cemerlang, di tahun ke 3 dia mendapatkan kesempatan mengikuti short course ke Inggris selama 1 semester dan 4 bulan ke Jepang. Semua itu di peroleh karena ketertarikannya untuk meneliti tentang tanaman Teh, dia mengumpulkan banyak literasi tentang Teh sehingga mempertemukannya dengan kesempatan mengikuti seminar, training bahkan shortcourse yang semakin menaikkan ratingnya sebagai mahasiswa grade A di kampusnya. Tetapi Arimbi tidak hanya dibidang akademik berstatus grade A, dari segi fisik dia malah di kategorikan grade A+, parasnya yang mirip artis Anne Hathaway ditunjang dengan tinggi yang proporsional membuat banyak teman dan seniornya membawa talent hunter ke kampus untuk dikenalkan padanya, tetapi Arimbi tidak sedikitpun tertarik dengan dunia glamour tersebut hingga akhirnya teman dan seniornya berhenti mencoba mengorbitkannya. Setelah menyelesaikan kuliah sarjana, Arimbi telah mendapatkan tiket untuk melanjutkan study master di Jerman dan dia meyelesaikannya dalam waktu 20 bulan di saat usianya baru menginjak 23 tahun. Setelah menyelesaikan masternya, dia dimintà dosennya untuk membantu risetnya serta sekalian menyiapkan dirinya jika nanti mengambil S3, sehingga tidak terlalu harus kerja keras mengingat topik yang akan di ambil masih sama dengan ketika dia mengambil master yaitu topik tentang Teh. Namun setelah 9 bulan bergabung dengan tim penelitian dosennya, Arimbi memutuskan untuk balik pulang ke Indonesia dikarenakan ibunya yang tinggal sendiri karena kakak laki-lakinya mendapat tugas belajar ke US. Arimbi dan kakaknya Ammar hanya punya ibu saja sejak ayah mereka menjadi korban dari kecelakaan pesawat ketika pulang menghadiri rapat kerja di Sulawesi. Masa-masa kehilangan sosok ayah di saat dirinya masih sangat belia yaitu di usia 12 tahun dan kakaknya Ammar berusia 15 tahun sangatlah berpengaruh terhadap psikologis dia dan kakaknya. Mereka menjadi anak yang pendiam cenderung pasif jika bersosialisasi dengan teman sebaya, untungnya peran ibu dan keluarga besar terutama dari pihak ayahnya sangat all out, paman yang merupakan kakak dari ayah mereka merangkul dua ponakannya ini menggantikan peran ayah bagi Arimbi dan Ammar, paman dan istrinya menjadi tulang punggung ibunya dalam membesarkan mereka berdua. Saat ini Arimbi sebenarnya berat hati untuk berpisah dengan ibunya, dia tidak tega meninggalkan ibunya sendiri karena dia harus pindah dan tinggal ditempat lokasi dia bekerja saat ini yang sudah beda provinsi dengan rumah ibunya. Kebimbangan sempat menghantuinya ketika melamar ke perusaahan ini, namun ibu, paman dan bibinya menguatkan agar Arimbi melamar pekerjaan ini. Apalagi ketika ibunya mengingatkan bahwa ibunya tidak akan sendiri karena karyawan katering yang dikelola ibunya ada yang tinggal satu rumah dengan ibunya, karena usaha katering ibu Arimbi adalah usaha rumahan maka setiap hari rumah selalu ramai dan ada karyawan yang juga tinggal bareng. Selain itu ibunya bilang kalau cuma beda provinsi yang waktu tempuhnya hanya 2.5 sampai 3 jam masih lebih baik ketimbang ketika waktu Arimbi masih di Jerman...terlalu jauh dan gak bisa cepat kalau nyusul atau jengukin kamu...kata ibunya. Hari ini adalah minggu terakhir masa orientasi. Selama orientasi karyawan baru di inapkan di mess perusahaan yang terletak dalam satu komplek dengan unit asrama dan perumahan staff. Komplek ini diperuntukkan bagi staff yang bukan orang asli daerah sini dan yang belum berkeluarga atau single. Di komplek ini terdapat lima tower bangunan berlantai empat yang mana setiap lantainya terdiri dari delapan unit yang mana setiap unit diisi oleh satu orang, unit tersebut dilengkapi dengan kamar, dapur dan ruang tamu. Untuk mess yang saat ini di gunakan oleh karyawan baru adalah bersifat sementara guna memudahkan dalam mengikuti orientasi. Nanti ketika orientasi selesai, semua karyawan baru akan bisa mengurus permohonan untuk tinggal di unit perumahan staff. Pagi ini staff baru akan mendapatkan materi orientasi dari dewan direksi setelah dari hari pertama hingga beberapa hari yang lalu pembekalan didapat dari semua divisi yang ada di perusahaan ini, maka minggu terakhir akan banyak diisi oleh direksi, dimana materi pembekalan akan fokus kepada visi misi dari perusahaan dan mangement rules. Kegiatan orientasi ini di organisir divisi SDM dan PR. " Ari" panggil Tia yang baru keluar dari kamarnya "Tungguin...bareng ke kelas" teriaknya sambil mengunci kamarnya. Arimbi berhenti dan menoleh ke arah Ratia yang merupakan teman barunya sesama staff baru. Tia adalah staff baru di divisi marketing. Mereka kemudian beriringan ke luar mess building menuju parkiran dimana shuttle bus sudah bersiap membawa semua staff baru ke kantor utama yang berlokasi satu kilometer dari komplek asrama dan perumahan staff. "Kamu sudah dapat form pengajuan permohonan tempat tinggal dari panitia?" tanya Tia pada Ari. Ari menggeleng dan menjawab "Aku malah gak tahu kalau untuk permohonan itu form nya disediakan, kupikir melalui online" "Aku minggu lalu dipanggil ama ibu Sherin keruangan panitia untuk ambil formnya, hari ini akan ku serahkan setelah kemarin aku lengkapi isinya." "Sebaiknya kamu tanya ama bu Sherin, karena sepertinya hampir semua kita sudah dapat form tersebut, takutnya mereka lupa manggil kamu, nanti bisa-bisa kamu gak kebagian akomodasi untuk tempat tinggal" saran Tia kepada Arimbi. "Kamu benar, aku akan tanyakan nanti kepada panitia" jawab Ari. Ketika sampai di kantor pusat gedung 2 blok B yang merupakan area divisi SDM dan PR, semua staff baru masuk ke kelas yang mereka gunakan selama sesi orientasi tak lama disusul oleh Sherin Shanz seorang wanita dengan penampilan modis dan elegant yang semakin menampilkan sisi professionalnya, ia adalah asisten manager bidang event dan komunikasi yang mengurusi kegiatan orientasi ini, posisinya dalam kepanitiaan orientasi adalah sebagai ketua pelaksana harian sehingga dia harus muncul setiap hari bertemu dengan staff baru yang mengikuti masa orientasi ini. "Pagi semua, minggu ini adalah akhir dari kegiatan orientasi dan pagi ini kita akan diisi dengan pembekalan oleh direktur marketing, setelah makan siang dari direktur keuangan dan lusa dari direktur utama" Sherin mengumumkan agenda hari ini. "Dan saya ingatkan, anda semua harap memperhatikan sikap dan berprilaku professional selama sesi minggu ini, karena pemateri semuanya dari high level manajement..jadi jangan bertingkah berlebihan"...beberapa rekan Ari sesama staff baru saling pandang mendengar omongan Sherin yang terdengar janggal...seakan seperti sedang menyindir atau memperingatkan seseorang, tapi siapa dan apa maksudnya tidak ada yang tahu... Sekitar pukul setengah sembilan direktur marketing masuk bersama beberapa orang yang terdiri dari manager SDM dan asisten bidang kepegawaian dan rekruitment serta tim dari divisi marketing yang berjumlah tiga orang "Selamat pagi semua dan terima kasih kepada pak Daniel selaku direktur marketing dan tim yang telah berkenan memberikan pembekalan pada orientasi staff baru kita tahun ini." greeting dari ibu Rieke selaku asisten manager bidang kepegawaian dan rekruitment. Pak Daniel selaku direktur marketing mengangguk sambil tersenyum kepada semua peserta, pria berperawakan tinggi dengan wajah perpaduan arab dan india itu dengan usia sekitar empat puluhan awal terlihat smart dengan sorot matanya yang tajam dan tegas, dia adalah orang yang paling tua diantara lima orang jajaran dewan direksi di Will Agro Global Industries. Untuk sesi dengan jajaran direksi ini, sebelum materi disampaikan oleh pemateri, masing-masing staff akan memperkenalkan diri dengan brief informasi dari setiap staff akan muncul di layar sehingga semua orang diruangan bisa melihat dan membaca informasi tentang staff yang bersangkutan. Dari 18 orang staff baru terdiri dari sebelas orang pria dan tujuh orang wanita sebagian besar lulusan master di beberapa universitas ternama hanya dua orang lulusan sarjana dari luar negeri sedangkan lulusan master luar negeri justru hanya Arimbi seorang, hal ini membuat Arimbi sedikit aware dengan hal tersebut sehingga dia mencoba untuk tidak terlalu menonjol diantara rekan-rekannya yang lain. Satu persatu rekan-rekannya sudah memperkenalkan diri dan entah kenapa justru Arimbi menjadi orang terakhir yang namanya muncul di layar. Brief CV di layar konsepnya dikerjakan oleh tim SDM, staff yang bersangkutan hanya mengirim CV lengkap ketika proses rekruitment berlangsung sedangkan pengaturan file brief CV yang dipakai di sesi orientasi ini di atur oleh tim PR. Ketika brief CV nya muncul di layar, terlihat beberapa hal yang menonjol dan berbeda dari brief CV staff baru lainnya, selain tercantum sebagai lulusan master luar negeri ada informasi juga sebagai penerima beberapa awards dan sebagai anggota riset kelas dunia yang bermarkas di Inggris...bright and brilliant adalah kata-kata yang pantas untuk CV yang impressive tersebut. Namun...Arimbi tetaplah Arimbi yang humble dan tidak suka kehebohan, sehingga exposure yang berlebihan membuatnya sedikit tidak nyaman, dan itulah yang terjadi saat ini ketika sesi perkenalan selesai, pak Daniel langsung bertanya ke Arimbi "Menurut kamu apakah kita bisa memproduksi variant tertentu dari sekian banyak jenis variant teh?" Arimbi agak sedikit kaget mendapat pertanyaan yang tiba-tiba, apalagi hanya dia yang ditanya dari semua yang sudah memperkenalkan diri sebelum dirinya. "Sangat bisa pak, tetapi kita harus tahu dulu segment pasar dan tujuan negara yang menjadi target market kita, dari situ kita bisa fokus ke beberapa variant yang akan di produksi" Arimbi menjawab diplomatis, agar tidak terlalu panjang menjelaskan konten tentang produksi teh, takut dia kebablasan lupa waktu karena dia kalau sudah bicara teh suka lupa berhenti..he..he. Pak Daniel mengangguk sambil tersenyum dengan jawaban Arimbi. Ketika break makan siang, Arimbi menemui ibu Sherin untuk meminta form pengajuan akomodasi rumah bagi karyawan. "Maaf bu Sherin, apakah saya bisa mendapatkan form pengajuan akomodasi rumah?" tanya Arimbi. Wanita itu hanya menjawab datar sambil berbalik ke arah pintu..."Ikut saya"... Arimbi mengikutinya sampai di meja panitia dan menunggu Sherin membuka map yang berisi beberapa dokument. "Ini...kamu isi dan serahkan secepatnya karena unit akomodasi nya terbatas, jadi sepertinya mungkin tidak semua akan mendapat tempat, artinya harus cari diluar komplek..first come first service"...jawab Sherin sambil berlalu membawa dokument di atas meja panitia. Setelah makan siang dilanjutkan dengan materi dari direktur keuangan yang disampaikan langsung oleh ibu Ambar selaku direktur keuangan. Wanita berhijab ini usianya sekitar awal 40an dan cara berbicaranya yang cepat seperti menggambarkan isi kepalanya yang penuh dengan kalkulasi angka-angka. Sesi dengan direktur keuangan ini berlangsung sampai pukul setengah tiga, setelah itu staff baru bisa memanfaatkan waktu menjelang pukul 4 sore untuk bersosialisasi sesama staff di divisi mereka masing-masing yang ada di komplek kantor pusat ini. Arimbi memanfaatkan jam bebas setelah sesi dikelas dengan berkunjung ke divisi Agroteknologi dan Inovasi Produk, sejak minggu pertama orientasi Arimbi sudah menyambangi divisi ini. Awalnya untuk memperkenalkan dirinya kemudian berlanjut dengan mulai menjalani induksi dengan tim internal tentang scope pekerjaan divisi ini dan scope tupoksi Arimbi sebagai staf di bidang riset dan inovasi. Terkadang Arimbi ikut ke laboratorium bibit yang berjarak 2 km dari kantor pusat ini, biasanya ada beberapa mobil lab yang standby yang diperuntukkan bagi staff divisi Agroteknologi dan Inovasi Produk yang harus mondar mandir setiap saat dari kantor pusat ke laboratorium. Divisi Agroteknologi dipimpin oleh ibu Diah yang merupakan seorang pegawai senior di perusahaan ini, beliau telah bekerja hampir 12 tahun di perkebunan ini. Ketika ada rekruitment untuk divisi agroteknologi, bu Diah sudah meminta agar dia diberi keleluasaan dalam memilih kandidat yang akan masuk shortlist. Sebagai staff yang dikenal punya dedikasi bagus, bu Diah tahu orang seperti apa yang dibutuhkan oleh divisinya sehingga ketika data Arimbi muncul di meja para dewan seleksi..bu Diah adalah orang pertama yang pinned CV Arimbi dan menyebut bahwa dia sudah dapat kandidat staff baru...super yakin si ibu. ************

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.5K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
68.6K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook