Hana tersentak. Foto yang tadi dia genggam, seketika terjatuh. Kontan dia menengok ke belakang. "Oh, setelah jadi pemeras harta orang, sekarang jadi penguping?" tanya Hana terkesan menantang. Tidak ada raut takut sama sekali dari wajah Gadis itu. Hana berdiri sembari memegang perutnya. "Hana, kamu harus so--" "Sopan? Gue harus nunduk terus bicara halus ke lo gitu? Lo kan pembantu. Posisi lo di bawah dan selamanya akan tetap di situ. Jadi buat apa gue sopan? Gue anak majikan lo kali." Rumaisa sungguh tidak menyangka dengan sikap Hana sekarang. Selama ini berarti hanyalah kepalsuan. Tapi mengapa harus berpura-pura? "Kamu pasti cuma prank Ibu, kan? Tidak mungkin Hana seperti ini." Rumaisa betusaha untuk melawan feeling nya sendiri. "Gue nggak lagi prank, bodoh! Gue benci lo, anak ke

