CH 68 : Restu

1588 Kata

Wanita paruh baya itupun bergegas menemui sang pemilik rumah untuk mengabari hal tersebut. Dia berjalan cepat menelusuri lorong dan menuruni tangga. Sesampainya di depan pintu ruang baca, dia mengetuk pintu dengan penuh semangat sambil berseru, “Nyonya, bolehkah aku masuk?” Tidak berapa lama kemudian, terdengar jawaban dari dalam, “Masuklah.” Bibi Ye menekan kenop ke arah bawah dan membuka pintu perlahan, dia melangkah masuk menuju ke tengah ruangan tempat di mana sang pemilik rumah sedang duduk di kursi bacanya sambil membolak-balikkan halamannya satu persatu. “Nyonya,” ucap Bibi Ye. “Katakan apa hasil dari rencana kita?” tanya Patricia tidak sabar. “Berhasil, Nyonya. Mereka melakukannya. Aku melihat pakaian mereka terjatuh ke lantai dan sebagian tersimpan di atas sofa. Dan yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN