Di tengah perjalanan, seorang anak buahnya berkata, “Boss, apa Boss sudah dengar kabar tentang gadis itu yang dulu bekerja di klub?” “Siapa? Gadis yang mana yang kau maksud?” tanya Adam penasaran. “Cin-Cindy namanya, Boss.” “Dia kenapa?” tanya Adam semakin penasaran. “I-itu, Boss,” ucap salah seorang anak buahnya dengan terbata-bata. “Itu kenapa? Bicaralah dengan lebih jelas dan jangan bertele-tele. Ada apa? Cepat katakan!” serunya pada anak buahnya tersebut. “Maaf, Boss. Aku hanya takut reaksi Boss nantinya,” jawabnya dengan polos. “Sudah cepat katakan, jangan membuatku semakin emosi. Apa sesuatu yang buruk terjadi pada dia?” tanya Adam benar-benar ingin tahu dan rasa ingin tahunya sudah tak tertahankan lagi. Dalam hatinya dia berharap jika Cindy sudah melajang atau memutuska

