CH 86 : Jebakan

1605 Kata

Perlahan Adam pun berjalan menuju ke pintu masuk gudang yang besar dan lebar. Wanita itupun tak tampak di manapun. Lalu, kaki tangan Rosie mengajak Adam untuk masuk ke dalam dengan segera jika dia tidak ingin Cindy celaka. Keduanya memasuki area dalam gudang yang luas dan remang-remang akibat pencahayaan yang tidak begitu baik. Adam berusaha menyesuaikan penglihatannya dengan keadaan sekitar sekaligus mengamati sekelilingnya, dia berpikir siapa tahu dia dapat menolong Cindy dan membawanya keluar dari tempat itu. Mereka berdua terus berjalan hingga ke tengah gudang di mana Cindy tengah terbaring lemas dan Rosie berada di sampingnya. Wanita itu tampak memegang sebuah botol yang berisi pil berwarna biru. Sementara, gadis yang dicintai Adam hanya terdiam lesu dengan tatapan nanar. Meliha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN