Perlahan pria itu berjalan maju mendekati sang atasan, dia mulai melucuti pakaiannya satu persatu, hingga kini dia berdiri persis di belakang Rosie dan mulai mengarahkan miliknya ke milik wanita itu. “Tolong jangan salahkan aku jika aku melakukannya dengan kasar,” ucap pria itu. “Cepat lakukan dan kau bebas melakukan apapun padaku pagi ini,” desahnya manja. Hasrat yang sudah mencapai ubun-ubun membuat Rosie hilang kendali. Sudah sekian lama dirinya tidak terpuaskan, dia hanya ingin mencapai pelepasan dan terpuaskan berkali-kali, tidak peduli dengan siapa dia melakukannya, yang terpenting dia suka dan akan terus melakukannya. Tanpa mengulur waktu, sang mata-mata langsung meloloskan miliknya ke dalam milik Rosie. Wanita itu meringis menahan perih kala dia menyadari jika dia belum cuku

