Adam diam memunggungi Erin, menatap pintu yang berada tepat di hadapannya tanpa menjawab sepatah katapun. “Mengapa kau diam, Adam? Jawablah,” pinta Erin. “Maaf, Erin. Aku memang belum siap untuk menjadi orang tua sebelumnya. Aku takut dan khawatir jika aku harus membesarkan anakku di tengah dunia hitam yang kita geluti. Apa kau sadar dunia macam apa yang kita geluti ini? Ini bukanlah dunia yang kita inginkan untuk anak kita. Tapi, aku tidak berharap yang buruk terjadi padamu atau anak kita. Bahkan, aku tidak tahu jika kau sedang mengandung. Kalaupun kau tidak keguguran, aku tetap akan menerima anak itu dan memikirkan cara agar dia tidak berada dalam dunia hitam sepertiku. Aku tetaplah seorang pria yang menginginkan menjadi seorang ayah. Tidak mungkin selamanya aku seperti ini. Kuharap

