Tambatan Hati

1105 Kata

Setelah masa orientasi berakhir, Rangga jarang bertemu dengan Taufiq di kampus, karena mereka memang berbeda jurusan. Meski begitu, mereka tetap bisa bertemu dengan mudah di kosan. Berbeda dengan Doni yang mengambil jurusan yang sama sepertinya, orang itu terus menempeli Rangga ke mana-mana. Alasannya, cuma rangga yang sudah ia kenal dengan akrab. “Abis ini mau ke mana, Ga? Kantin yuk, laper.” Rangga menggeleng. “Mau ke perpus.” Doni mendesah. “Gue pikir lu bukan tipe orang yang rajin belajar.” Rangga melirik Doni sinis. “Gue punya target. Nggak kayak lo, gak jelas.” “Eh, sembarangan!” bantah Doni tak terima. Baru saja ia akan membela diri, seseorang menyelanya. “Rangga. Kamu mau ke perpus?” Clarissa, primadona kampus yang paling terkenal dari semua mahasiswa baru di Fakultas Ekonomi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN