“Mau ke perpus lagi?” Rangga mengangguk tanpa kata. “Rajin bener! Temenin gue ke kantin aja mending. Kayaknya akhir-akhir ini gue jarang liat lu ke kantin. Gue nggak mau lu tumbang gara-gara kurang gizi, ya.” Rangga menatap temannya malas. Ia tidak mungkin kurang gizi hanya gara-gara jarang ke kantin dan lebih sering menghabiskan waktu di perpustakaan. “Ternyata lo perhatian juga ya, mending lo nyari cewek sana, biar bisa lo perhatiin terus ajak makan bareng.” “Si k*****t!” Doni menonjok bahu Rangga main-main. “Gue tuh menjomlo karena mau temenin lu, kalau gue punya pacar, entar lu gaada temen. Nah, kurang baek apa coba gue?” Rangga memutar bola mata. “Serah lu!” tukasnya lalu keluar kampus diikuti Doni. Selama perjalanan, Doni terus saja memaksa Rangga agar menemaninya ke kantin. Ra

