Di malam itu, Rangga menceritakan sedikit kehidupannya saat SMA pada Taufiq. Bagaimana ia menyukai seorang gadis muslim, kehilangan orang tua, teman-teman, impian dan cinta. Lalu, memilih melanjutkan hidup untuk menebus rasa bersalah ada sang ayah. Belajar mati-matian agar bisa lulus dengan cepat dan mengambil alih perusahaan. “Aku senang karena kamu memilih kembali bangkit,” ucap Taufiq begitu Rangga selesai bercerita. “Kamu orang yang hebat, Rangga. Kamu sampai di titik ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Dan aku yakin, gadis itu pastilah sosok yang luar biasa. Sampai membuatmu seperti ini.” Rangga membenarkan. “Dia perempuan yang sangat teguh pada prinsip dan keyakinannya. Aku melihatnya berbeda dari gadis-gadis lainnya. Aku bahkan tidak mengerti kenapa aku bisa menyukainya

