Sudah tiga hari Rangga terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma. Kecelakaan yang dialaminya memang cukup parah. Sekarang pun kondisinya belum bisa dibilang stabil. Pak Dibyo langsung menuju Jakarta begitu mendengar kabar Rangga yang mengalami kecelakaan. Ia sudah seperti ayah yang mengkhawatirkan anaknya. Namun, Pak Dibyo pun tak bisa terus menemani Rangga, karena ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja. Karena itu, ia meminta tolong pada Taufiq untuk menemani Rangga di rumah sakit sebab Rangga sudah tidak memiliki siapa-siapa. Taufiq pun tidak merasa keberatan, bahkan tanpa diminta pun ia akan melakukannya. Ia sudah menganggap Rangga seperti keluarganya sendiri. “Setidaknya, Rangga beruntung punya temen kayak lu, Fiq,” ucap Doni yang ikut menginap di malam itu bersama Tau

