Tidak seperti biasanya, hari itu ruang rawat Rangga penuh dan berisik. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Doni? Dia mengajak beberapa teman sejurusan yang mau menjenguk Rangga. Sejujurnya, Rangga senang karena merasa diperhatikan, meski selama ini dia tidak terlalu menjalin hubungan dengan baik bersama mereka. Namun, ia lebih suka hanya Taufiq dan Doni saja yang menemaninya. “Assalamu’alaikum,” salam dari Taufiq yang baru datang menghentikan obrolan, lalu mereka pun menjawab salamnya. “Nah, pawangnya udah dateng,” ujar Doni disambut kekehan teman-temannya. Mendengar itu, Taufiq hanya tersenyum tanpa banyak protes. “Memangnya kenapa, Don? Kangen padaku?” candanya. Doni menggeleng. “Bukan gue, tuh si Rangga.” “Yang dari tadi ngomongin Taufiq perasaan elo deh bukan gue,” sanggah Rangga seb

