“Kau akan menginap lagi malam ini?” Taufiq yang sedang mengerjakan tugas di sofa mengangguk. “Aku akan tetap menginap sampai kamu dibolehkan pulang.” Rangga diam sejenak, kemudian berujar, “Apa kamu sedang sibuk?” Taufiq mengangkat kepala, menatap Rangga. “Kenapa?” “Em ... ada yang ingin kudiskusikan denganmu.” “Oh, ya? Apa itu?” Taufiq menaruh menutup laptop miliknya, lantas beralih ke kursi di dekat ranjang milik Rangga. “Tampaknya kau lebih tertarik berdiskusi denganku daripada mengerjakan tugasmu,” canda Rangga. “Ya, tugasku bisa menunggu, kok. Sementara kamu sepertinya ada hal serius yang ingin dibicarakan. Apa aku salah?” “Yah ... tidak salah juga, sih. Tapi aku hanya ingin membicarakan soal novel religi yang aku pinjam padamu waktu itu.” “Oh! Benar. Kau sudah selesai memb

