Seorang pemuda tengah serius membaca dokumen lantas menandatanganinya, ia lirik arloji di tangan kemudian mendesah. Sudah lewat jam lembur, tapi dokumen-dokumen ini serasa tak ada habisnya. Semua laporan ini membuat kepalanya berdenyut serasa mau pecah. Tiga tahun sudah ia menekuni pekerjaannya, tapi ia belum terbiasa sama sekali. Pria itu menaruh kepala di atas tumpukan kertas di mejanya. Ia kembali mendesah, “Pasti enak kalau aku hanya menjadi musisi lalu manggung di sana-sini.” Suara ketukan pintu membuatnya terperanjat, pria itu segera membenahi duduk dan berdehem, “Masuk.” Pintu ruangan pun terbuka, menampilkan sosok perempuan dengan setelan rapi yang sudah menjadi sekretaris direktur di perusahaan sebelum dirinya menjabat. “Ada apa?” “Maaf, Pak Rangga ... apa saya boleh izin pula

