Hanya Aku

1461 Kata

“Jadi, lu nggak bisa dateng ke acara nikahannya Taufiq?” Rangga menggeleng lalu menghela napas. “Gue juga pengen banget hadir dan menyaksikan acara sakral itu. Tapi, gimana lagi? Gue nggak bisa ninggalin tanggung jawab gue gitu aja.” “Gue ngerti, sih.” Doni pun turut menyesalkan. Ya, Rangga memang tidak bisa menghadiri pernikahan Taufiq karena di hari itu, ia ada pertemuan penting di Bintaro. Ia harus melakukan perjalanan bisnis selama beberapa hari. “Emang berat ya jadi bos besar. Gue kira enak, tinggal duduk manis, ongkang-ongkang kaki, nyuruh ini itu, duit ngalir sendirinya.” Rangga melirik Doni, “Serius lo mikir gitu?” “Enggak. Bercanda.” Rangga menghela napas panjang. “Menghela napas mulu. Cepet tua lu.” “Mau tukeran hidup sama gue nggak, Don?” Doni tersenyum. “Enggak, makasi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN