Meski sebelumnya belum pernah kembali bertemu, Rangga tak pernah merasa sesakit ini. Ia selalu percaya jika suatu saat ia akan kembali dipertemukan dengan pujaan hatinya. Ia percaya, mereka akhirnya akan bersatu. Namun, saat ini ia tahu cintanya benar-benar telah berakhir. Tak ada lagi harapan yang tersisa. Ia kehilangan satu-satunya harapan agar ia tetap bertahan. Ia bahkan tak tahu lagi bagaimana harus melanjutkan hidup. Ia kehilangan tujuan. Ia mengerti jika seharusnya ia tak sehancur ini. Sebagaimana orang yang beragama, ia paham jika ia harus ikhlas akan takdir Tuhan. Tapi, bagaimanapun ia mencoba, ia tidak bisa berbohong jika hatinya telah patah, bahkan hancur sampai tak berbentuk. Demi melupakan sakit hatinya, Rangga menenggelamkan diri dalam pekerjaan. Bahkan sering tak pulan

