Kehampaan

1474 Kata

Setelah pertemuan singkat dengan Rangga, Dhira memutuskan untuk memisahkan diri dengan alasan mau menyuapi anaknya, Zahra. Tak dipungkiri, hatinya bereaksi berlebihan saat ia menatap wajah itu lagi setelah sekian lama. Dhira menghela napas lantas bergumam, “Takdir memang sungguh tak terduga.” Sementara itu, di ruang tamu, Rangga menjadi topik pembicaraan. Ia merasa bersyukur karena Dhira memilih untuk tidak ikut bergabung. Usai pembahasan kerjasama, Rangga dan Taufiq mengobrol di beranda rumah. “Aku bener-bener nggak nyangka kita dipertemukan dengan cara seperti ini.” Rangga tertawa pelan. “Benar. Aku benar-benar terkejut saat melihatmu tadi.” “Ara mau ma Abi!” suara cempreng gadis kecil itu terdengar ke telinga Rangga dan Taufiq. Mereka melihat Dhira yang sedang berusaha mencegah ana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN