Di hari yang sudah dijanjikan, Rangga sengaja datang lebih awal karena ia merasa berhutang penjelasan pada Karen. Setelah saling bertukar sapa, mereka pun duduk bersama di ruang tamu. “Zidan, ya? Sudah berapa tahun?” tanya Rangga setelah memberikan mainan yang ia beli di perjalanan pada bocah yang duduk dekat Karen. “Empat tahun!” jawab Zidan penuh semangat karena mendapat banyak mainan baru. “Ayo, bilang apa sama Om Rangga?” tegur ayahnya. “Terima kasih, Om,” ucapnya tersenyum lebar. “Bun, Idan mau main di dalem!” Kemudian bocah itu pergi begitu saja menuju ruang tengah. Karen geleng-geleng melihat kelakuan anaknya. “Dia emang begitu. Susah diem. Apalagi kalo dapet mainan baru.” Rangga tertawa ringan. “Ya, nggak jauh bedalah sama kamu.” “Aku setuju,” sahut Hisyam, suami Karen yang

