Tak tau harus senang atau sedih, sore ini Arni baru saja mendapatkan forward pesan yang berisikan SK resign Arni yang telah disetujui oleh kantor pusat. 'Maafin aku, Mas' batin Arni kemudian mengunci layar handphonenya. Ia keluar dari kamar dan menemui Dipa. "Kamu ngapain di kamar?" tanya Dipa kala melihat Arni datang mendekat. "Gak ngapain-ngapain," sahut Arni datar. Dipa memandang Arni penuh curiga. "Kenapa, Mas? Ngeliatinnya kaya gitu?" "Aku curiga sama kamu," ucap Dipa. "Curiga apa, Mas? "Curiga kalau cuti kamu sudah mau selesai. Beberapa hari kebelakang, kamu lebih perhatian sama aku," ucap Dipa. Arni menarik nafas lega. Ia pikir Dipa curiga dengan niatan Arni untuk pergi. "Salah ya saya perhatian sama Mas Dipa?" tanya Arni. "Salah," sahut Dipa tegas, "salah kalau kamu mas

