Didampingi Lian, Arni berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan Dipa dirawat. Jantungnya begitu berdebar keras, perasaan kangen dan takutnya bercampur jadi satu. "Silahkan masuk," ucap Lian seraya membukakan pintu kamar. Senyuman orang-orang yang ada di dalam kamar menyambut kedatangan Arni. "Ayo masuk," ucap Uti yang tengah duduk tak jauh dari tempat tidur Dipa. Berjalan masuk sambil tersenyum pada Uti, Arni lalu menatap pada Dipa yang terbaring di atas ranjang dengan matanya yang terpejam. 'Mas' gumamnya dalam hati. "Apa kabar, Uti?" Arni mencium punggung tangan Uti lalu duduk di sampingnya. "Baik, Sayang. Uti senang sekali akhirnya bisa ketemu lagi. Meski harus di tempat ini. Rumah sakit," ucap Uti dengan helaan nafas berat. "Gimana keadaan Mas Dipa, Uti?" Arni melaya

