Teta duduk bersila di atas tempat tidur dan disuapi oleh kakaknya. Tadi aku sempat bilang Bang Arsi menyuapi Teta sebagaimana Iron menyuapiku, bukan? Itu karena aku sedang mengantuk. Aku hanya berpikir sembarangan, mengarang bebas. Iron tidak pernah mau menyuapiku. Ruangan aku dan Teta hanya dibatas sekat gorden hijau. Aku bisa saja mengintip mereka dari tempat tidurku. "Aku dapat pesan dari Urni." Bang Arsi menunjukkan benda mirip penghapus yang ia keluarkan dari saku bajunya. Benda pemberian Max. Benda itu semacam headset yang akan berkedip saat ada notifikasi. "Aku sambungkan suaranya ke perangkat kalian." Kami lantas mengeluarkan alat yang kami punya dan menempelkannya ke telinga. "Halo Bang. Sambungkan ke teman yang lain juga." Suara Urni seperti terengah-engah. "Ini aku, Aris. U

