Diskusi Selanjutnya

724 Kata

Setelah mampir ke kediaman Dokter Wan dan mengganti pakaian, kami melanjutkan perjalanan. Iron bilang Seth tidak pernah menyentuh kendaraan kami sama sekali. Menghabiskan waktu beberapa lama, kami akhirnya tiba di markas grup rahasia. Begitu kaki kami menginjak teras rumah, Bibi Randu dengan pakaian bunga-bunga keluar membukakan pintu. Kami dipersilakan masuk dan duduk di kursi ruang tengah. Bibi Randu mengambilkan kami minuman segar. Aku menenggaknya hingga tandas. Bang Arsi menumpang toilet sebentar. Saat itulah perangkat milikku berkedip. "Halo. Ini Max." Suaranya tampak tergesa-gesa. "Urni dan Dokter Wan belum berhasil kami temukan. Kami ketinggalan jejak." Aku sudah menyambungkan panggilan ke perangkat lain. "Bukankah kita bisa melacak keberadaannya dengan perangkat ini?" tanya I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN