Pertemuan?

1151 Kata

Badanku sebenarnya sudah mau roboh, tidak mampu lagi menempuh perjalanan panjang. Langit gelap kali ini menjadi saksi betapa berat hari ini bagi kami. Teta duduk di bangku belakang sambil memeluk kakinya yang berbungkus selimut tebal. Kami tidak lagi membawa tas dan barang-barang seperti hari sebelumnya saat kami pergi menuju peternakan Bibi Teya. Kami hanya mengenakan pakaian santai yang membuat tubuh kami nyaman. Atau sebenarnya kami tidak sempat untuk pulang dan mengemasi lagi barang-barang kami. Bang Arsi memasukkan tangannya ke dalam baju, berbungkus seperti anak kecil. Dia bukan seorang yang senang berbicara, tetapi aku tahu dia adalah seorang kakak yang baik. Jika tidak, mana mungkin dia mau ikut terlibat dalam keputusan adiknya yang bodoh dan berisiko. Aku juga menatap Iron. Si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN