Laras berjalan di gelapnya ruangan yang entah ruangan apa itu. Sesekali dia menelan ludahnya, dan sesekali juga dia tersentak kaget ketika melihat sebuah bayangan melintas di depannya. Yang membuatnya tambah takut adalah ketika dia merasakan ada yang menyentuh tangannya dengan kuku yang sangat tajam dan dingin, membuatnya hampir berteriak tapi di urungkannya demi mendapatkan puzzle yang Adam maksud. Sedangkan di lain tempat, Adam memasuki sebuah ruangan yang menurutnya sangat familiar. Dia mencoba mengingat-ngingat kembali apa dia pernah masuk ke ruangan itu sebelumnya atau belum, tetapi setelah beberapa saat berpikir dirinya tidak menemukan apapun yang membuatnya percaya kalau dia pernah ke tempat ini. Laras memasuki sebuah ruangan. Sangat gelap bahkan pengap. Dia mencari saklar lampu,

