bc

Istri Bayaran

book_age18+
53
IKUTI
1K
BACA
goodgirl
drama
sweet
serious
regency
royal
spiritual
affair
wife
like
intro-logo
Uraian

Semua orang tentu ingin pernikahan yang sempurna, bukan? Namun, sempurna itu tak pernah ada. Seperti halnya kisah seorang gadis cantik bernama Alesha Myesha. Ia merelakan dirinya menikah dengan seorang pria yang sama sekali tak ia cintai, bahkan mengenal pun tidak, demi kesembuhan sang ayah yang mengalami sakit parah dan membutuhkan biaya pengobatan yang cukup besar. Ia sama sekali tak memikirkan konsekuensi yang akan ia dapat setelah menikah.

Benar saja, hidupnya menjadi amat sangat menderita karena sikap suaminya, Agam Agler Aldari yang sama sekali tak memperlakukan dirinya layaknya seorang istri. Alesha sering dicampakkan dan bahkan dikasari.

Apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kisah rumah tangga Alesha dan Agam? Akankah Alesha mampu bertahan dengan sikap Agam yang semakin hari semakin menggila?

chap-preview
Pratinjau gratis
Pisah Kamar
Tubuhnya tersentak kaget saat mendengar suara pintu yang digebrak keras. Segera ia bangkit dari tidurnya, saat tahu seseorang datang masuk ke dalam ruangan yang sedang ditempatinya. "Enak sekali ya, kau kerja hanya rebahan saja!" ucap seorang pria yang baru saja masuk, dengan dibarengi wajah ketusnya. Alesha melangkah mendekati pria itu dengan kepala sedikit menunduk. "M-maaf, Mas. Barusan ketiduran, tapi gak lama kok," ucap Alesha dengan penuh kelembutan. Hendak saja Alesha akan meraih tangan sosok di depannya, sayang seribu sayang, pria itu berlalu begitu saja tanpa menghiraukan apa yang akan Alesha lakukan. Melihat tingkah prianya itu, Alesha hanya menghela napas. Sedikit rasa kecewa timbul di dalam hatinya. Jika boleh jujur, dadanya terasa sesak saat ini. Hanya saja, Alesha enggan menampakkannya. Lihat saja, kini wajahnya masih tengah berseri, seakan tak ada terjadi apa-apa sebelumnya. "Mungkin dia lelah," gumam Alesha dengan mengangkat kedua bahunya. Alesha beranjak pergi mendekati sebuah lemari pakaian tak jauh dari tempat di mana ia berdiri. "Apa yang sedang kau lakukan?" Terdengar suara sentakan menggelegar dengan tiba-tiba. Alesha yang baru saja hendak memutar kunci lemari, langsung tersentak kaget. Tangannya sedikit gemetar. "M-maaf, Mas. Aku hanya ingin mengambilkan handuk untukmu," jawabnya dengan nada sedikit gemetar. "Saya peringatkan! Jangan pernah sekali-kali menyentuh satupun barang milikku!" tegas Agam. Ya, pria itu bernama Agam. Agam Agler Aldari. "K-kenapa? Aku hanya—" Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Agam memotong dengan cepat. "Dan ... perlu kau tahu! Jangan harap kalau pernikahan ini selayaknya pernikahan pada umumnya. Tidak akan pernah!" potong Agam. "Maksudmu, Mas?" Alesha sedikit bingung dengan maksud ucapan Agam, suaminya itu. Sebelah alis Agam terangkat dan menatap Alesha sengit. "Kau pikir, aku menikahimu karena aku menyukaimu? No, jangan pernah mimpi! Suami istri hanya sebatas status saja. Jangan pernah berharap kalau dirimu adalah sebagai istri sungguhanku!" Setiap kata demi kata yang terlontar dari mulut Agam, benar-benar begitu menohok hati Alesha. Ia tak menyangka, awalnya ia mengira jika ia mendapatkan suami yang akan benar-benar tulus menyayanginya. Bahkan, belum saja ia mengenal Agam, Agam sudah ingin membantu mengobati biaya rumah sakit sang ayah. Ya, walaupun dengan menukar dirinya yang harus menikahi Agam dalam waktu cepat. Namun, semua harapannya pupus begitu saja. Saat baru saja mendengar dentuman keras dari mulut suaminya itu. "Jadi, kau tak perlu sibuk untuk mengurusiku. Urus saja urusanmu sendiri, dan biar aku urus urusanku sendiri! Dan ... Aku akan suruh bi Sumi untuk segera membereskan kamar untukmu tidur!" ucap Agam yang langsung berlalu begitu saja setelah ia mengambil sebuah handuk di dalam lemarinya. Lutut Alesha terasa lemas, dadanya sesak. Tanpa sadar, sebuah cairan bening berjatuhan begitu saja di pipinya. Setiap kata demi kata yang diucapkan Agam, benar-benar seperti sebuah pukulan keras yang dilayangkan padanya. Apa tadi katanya? Menyuruh bi Sumi membereskan kamar untuknya? Bukankah itu artinya, Agam menyuruhnya untuk tidak tidur dalam satu kamar? Dada Alesha semakin terasa sesak. BRAAAKKK! Suara pintu yang ditutup dengan keras membuat tubuh Alesha terperanjat kaget di tengah Isak tangisnya. Lagi-lagi, Alesha mencoba mengatur nafasnya. Ia menghapus jejak demi jejak air mata yang mengalir terus menerus tanpa henti. "Permisi, Bu," Terdengar suara seseorang di balik pintu masuk, membuat Alesha sontak menoleh pada sumber suara. "Bi Sumi?" Alesha dengan cepat mengusap wajahnya yang masih nampak sedikit jejak tangisannya. "Nyonya baik-baik saja, bukan?" tanya bi Sumi nampak cemas. Terlebih setelah melihat raut wajah Alesha yang seperti tengah sedang ada masalah. Padahal, jelas bi Sumi tahu, Alesha dan Agam baru saja resmi menjadi sepasang suami istri. Tak wajar, jika melihat wajah pengantin baru yang harusnya sumringah, kini malah nampak seperti ada masalah. "Ya, iya. Tentu saja saya baik," jawab Alesha disertai senyum manisnya. Walaupun suaranya sedikit serak karena baru saja menangis. "Syukurlah kalau begitu," kata bi Sumi. Jelas ia tahu, jika istri majikannya pasti sedang tidak baik-baik saja. "Saya cuma mau bilang, kalau kamar di bawah sudah selesai dirapikan, sesuai perintah Tuan Agam," sambung bi Sumi. "Emm ... iya, Bi. Terimakasih," timbal Alesha yang masih mempertahankan senyumannya. Dari sana saja, bi Sumi merasa ada yang janggal dengan pernikahan majikannya itu. Ia curiga, jika pasangan pengantin baru itu akan pisah kamar. Sebuah mata menatap tajam dengan sebelah alis terangkat ke arah bi Sumi dan juga Alesha. Siapa lagi kalau bukan Agam yang baru saja selesai dari dalam kamar mandi. "Kenapa kalian malah mengobrol? Cepat bereskan barang-barang kamu, dan bawa ke kamar bawah!" perintah Agam dengan nada tegas. Tak lupa wajah angkuh dengan dilimpudi kejutekan menghiasi wajahnya. "Emm ... maaf, Tuan," kata bi Sumi merasa tak enak. Ia pun hendak melangkah untuk membawa barang-barang Alesha. Namun, dengan cekatan, Alesha menahan tangan bi Sumi. "Tidak usah, Bi," ucap Alesha. "Biar saya saja yang bereskan." Bi Sumi melirik menoleh pada Alesha, sesekali matanya melirik Agam yang masih berdiri dengan memasang mata tajamnya. "Gapapa, Bi. Bibi selesaikan pekerjaan lain saja. Biar saya yang bawa barang-barang saya ke bawah," ucap Alesha dengan nada penuh kelembutan. Merasa luluh dengan ucap lembut Alesha, bi Sumi akhirnya mengangguk menuruti kemauan Alesha. "Baik. Kalau begitu, saya permisi, Tuan, Nyonya," pamit bi Sumi dengan sedikit membungkukkan badannya. Seperginya bi Sumi ke luar, suasana kembali hening dan dipenuhi hawa dingin. Terlebih setelah melihat raut wajah Agam. "Kenapa kau diam saja? Cepat bereskan! Saya ingin beristirahat. Jadi, saya gak mau melihat sampah-sampah ini berserakan di kamar tidur saya! Cepat bereskan!" bentak Agam. Bukannya langsung bergerak, Alesha masih tetap dalam posisi diam di tempat. Namun, matanya kini menatap pada manik Agam yang nampak sangar. "Kenapa kau diam saja? Cepat!" bentak Agam lagi. "Baik. Saya pasti akan pergi dari kamar ini. Tapi, gak harus dengan membentak seperti itu!" ucap Alesha dengan nada sedikit meninggi, tapi matanya nampak tengah berkaca-kaca. Seperti sedang menahan sesuatu di dalam hatinya. "Kenapa? Tidak suka?" Agam mendekatkan wajahnya pada Alesha. Perlakuan Agam yang tiba-tiba, jelas saja membuat Alesha kaget. Lihat saja! Jarak antara keduanya kini sangat begitu dekat. Alesha sendiri dapat mencium aroma wangi dari tubuh Agam, dan pastinya ia juga merasakan setiap hembusan nafas suaminya itu pada wajahnya. DEG! Berada dalam posisi seperti itu, membuat jantung Alesha berdegup kencang. Seketika ia diam mematung, tak sanggup berkata-kata lagi. "Lalu, apa yang kau suka, hmm?" Agam semakin mempersempit jarak antara keduanya. Tentu saja hal itu membuat Alesha mati kutu dibuatnya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.7K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
63.6K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook