Ting!
Tong!
“Ya, tunggu sebentar!” pekikan riang Catherine dari dalam sana membuat Aldrich dan Angela saling melempar tatap dan tersenyum lebar.
“Dia pasti sudah berpesan pada pelayan rumah agar membiarkannya membuka pintu...” ucap Angela membuat Aldrich mendesah lelah, kau dengannya sama-sama keras kepala seperti anak kembar...” desis Aldrich membuat Angela terkekeh geli.
“Kembar berbeda ayah dan ibu...” kelakar Angela seiring dengan suara pintu yang akan terbuka.
Cklek!
Krieeet...
“Tadaaa!” teriak Angela mengangkat bungkusan Hongkong dumplings kesukaan Catherine.
Catherine yang ketagihan sejak dia pertama kali menyuguhkan makanan kampung halamannya itu.
Menutup kedua mulutnya yang terbuka, “Woaah, aku sudaah lama tak memakannya, Angela!” seru Catherine menyambut bungkusan itu dan menerima Angela dalam pelukannya.
“Oh Cath, aku sangat merindukanmu...” ucap Angela menggoyang-goyangkan tubuhnya dalam pelukan erat mereka.
“Aku juga sangat merindukanmu, Angela. Kau tahu bahwa disini aku hanya berteman dengan Tina dan Jessi...” ucap Catherine membuat Angela tergelak ringan.
“Makanya, kau harus pindah dan jadi tetanggaku di Manhattan...” ucap Angela bersambut dengan suara suami Catherine.
“Ya, tiga bulan setelah melahirkan kami akan pindah ke Manhattan...” ucap Alexander membuat Angela tersenyum senang.
“Benarkah begitu, Cath?” tanya Angela dengan penuh semangat.
Catherine lantas tergelak seraya menganggukkan kepalanya, “Kau tahu, aku terus mengatakannya setiap waktu bahwa aku ingin pindah dekat denganmu...” ucap Catherine membuat Angela tergelak ringan.
“Bukankah kita dangat beruntung karena memiliki suami-suami yang baik seperti mereka?” tanya Angela kini membuat para suami yang panas dan dingin yang hot itu tampak memutar kedua bola mata mereka tanpa minat.
“Selamat datang, Al. Haruskah kita berpelukan?” kelakar Alexander memberi sindiran untuk para istri yang heboh dalam peluk erat mereka.
Aldrich bergedik geli, “Maaf, cukup para ibu hamil itu saja yang bertingkah seperti teletubies...”
“Aldrich!” teriak Angela dan Catherine serempak.
Alexander pun turut mengangkat kedua pundaknya, “Jangan menyinggung fisk wanita, Al. Maka kau dalam masalah...” ucap Alexander membuat Aldrich lantas tertawa geli.
“Bukankah teletubies sangat lucu? Angela Lala dan Catherine Pooh...” ucap Aldrich membuat Angela dan Catherine sontak memekik serempak dan Aldrich terbahak lepas.
“Sudahlah, hentikan keributan ini, Ayo masuk...” ucap Alexander membuat semuanya turut masuk kerumah bersamanya.
-
Gelak tawa Catherine dan Angela mengisi ruangan minum teh utama Mansion mewah tersebut. Tak ada obrolan yang gagal memicu tawa jika sudah bersama Catherine, begitu banyak cerita yang wanita hamil kembar dengan perutmya yang sangat besar itu.
Angela tahu bahwa bertemu dengan Catherine adalah penyembuh suasa hati terbaik yang penah ada jika dia sedang memiliki masalah dengan Aldrich, namun Angela masih enggan untuk menceritakan rasa hatinya saat ini dan apa yang terjadi pagi tadi karena masalah itu sudah berhasil mereka selesaikan dengan sangat mudah.
Tawa-canda terdengar begitu riuh terjadi diruangan makan itu, acara makan siang bersama selalu saja menciptakan begitu banyak cerita, mereka hanya berempat namun riuhnya sudah mengalahkan pasar.
Banyak hal yang mereka ceritakan, mulai dari cerita Catherine yang belakangan ini seringkali melindur dan gemar mengigau sambil membuka bajunya ke kamar mandi lalu tertidur di bathub, membuat Alexander nyaris gila dan terus saja mengomel sebal.
Bukan, mengomel karena marah, tapi pria itu merasa khawatir jikalau istrinya terjatuh di kamar mandi sementara dirinya masih dalam keadaan tidur.
“Ah, terkadang aku merasa perlu terjaga agar tahu jika Catherine sudah mulai mengigau...” ucap Alexander membuat Aldrich berdecak pelan.
“Mengapa tidak kau kunci saja kamar mandinya?”
“Aku pernah melakukannya dan dia menangis hingga kontarksi tengah malam...” desis Alexander membuat Angela sontak tertawa.
“Aku tahu ini tak baik, Cath. Tapi entah mengapa membayangkannya saja sudah menggelitik humorku...”
“Tertawakan saja dia biar menghentikan kebiasaan buruknya itu...” desis Alecander membuat Catherine berdecak kesal.
Salahkan saja aku! Memangnya ada orang yang sadar saat mengigau?” protes Catherine dengan mulutnya yang penuh dengan Roasted Herbs Chicken yang menjadi menu pilihannya untuk makan siang kali ini.
“Meja makan besar itu kini tersedia banyak makanan khas Amerika dan italia dengan bermacam-macam menu. Angela tersanjung dengan jamuan makan siang yang sangat lezat ini.
Memotong potongan Beef Wellington yang ada di piringnya,”Padahal aku ingin membawa seorang psikoterapis untuk mengendalikan kebiasaanya mengigau, namun dia menolaknya.” bibir tebal itu mengomel hingga memancing tawa Angela.
“Kau tahu sendiri bahwa Catherine tidak nyaman dengan kehadiran orang asing, bukan? Biarkan saja dia mengigau, nanti akan hilang dengan sendirinya...” ucap Angela membuat Alexander berdecak kesal.
“Tapi terkadang aku sampai tak dapat tidur karena khawatir. Sungguh aku sangat mengkhawatirkan istriku...” keluhnya membuat Aldrich sontak tertawa.
“Sudah lah, anggap saja kau sedang latihan siaga sejak dini menghadapi persalinan istrimu...” kenakar Aldrich membuat Catherine tergelak.
“Kau benar, Aldrich. Harusnya dia tidak mengomel dan menikmati pelatihannya...” ucap Catherine memancing gelak tawa semuanya.
“Rasanya salah besar bercerita dengan kalian, tak ada yang membelaku...” ucap Alexander membuat Catherine memeluk lenganya dan bergelanjut manja.
“Suamiku, jangan merasa kesal pada istrimu yang banyak kekurangan ini...” rajuk Catherine membuat Alexander mengecup bibirnya gemas.
“Iya, sayang. Maafkan aku yang kurang sabar menghadapimu...” ucap Alex membuat Angela dan Aldrich berdeham serempak.
“Oh Angela, jangan bilang kita diundang kemari untuk melihat dan iri terhadap kemesraan mereka...” desis Aldrich membuat Angela bergelanyut manja pada lengan Aldrich.
“Suami, aku mencintaimu...” ucap Angela dengan nada yang dibuat-buat.
“Ya istriku, aku sangaat mencintaimu...” kelakar Aldrich memicu gelak semuanya.
“Oh ya, bagaimana jika kau buat istrimu kelelahan dengan kegiatan olahraga malam kalian, aku sangat yakin dia akan kelelahan hingga tak dapat mengigau lagi...” ucap Aldrich menyatakan sarah membuat Alexander menjentikan jemarinya.
“Oh Aldrich, itu sungguh saran yang baik...” ucap Alexander sontak membuat Catherine sontak menggelengkan kepalanya.
“Jangan mengajarkan yang tidak-tidak pada Alexander, Aldrich!” teriak Catherine melotot marah pada Aldrich dan Angela pun memecah dalam tawanya.
“Itu adalah saran terbaik, Cath. berterimakasih lah pada suamiku...” ucap Angela membuat penolakan Catherine kembali terdengar.
“Alex bahkan pernah membuatku kontraksi selama berhari-hari karena dia melakukannya dengan menggila...”
“Oh Tuhan, Alex. kau dapat membahayakan kandungannya jika begitu!” seru Angela membuat Aldrich tergelak.
“Kalian jangan berakting untuk terkejut seperti itu, apa kalian lupa hampir sebagian diri Alexander Murich adalah monster?” tanya Aldrich membuat Alexander mendengus kesal.
“Jaga ucapanmu, Spanos!”
Suasana makan siang itu menjadi begitu menyenangkan, selalu begitu jika mereka bersama. Sungguh luar biasa...
Angela sungguh menikmati dan sangat bersyukur berada disini bersama Catherine dan Alexander yang mampu menciptakan suasana konyol beramanya. Mereka adalah teman rasa saudara yang sangat tulus menjalin pertemanan dengannya.