Pinangan Sangat Kekasih. Hamdan hendak pergi setelah mengurai pelukan mereka. Namun, pria itu melihat sang kekasih di hadapannya sedang melamun. Aisyah harus menyelesaikan pekerjaannya untuk membereskan rumah. 'Kenapa harus aku, Tuhan?' Bahkan rasa romantis yang sempat Hamdan berikan menguap begitu saja. Berganti kesal yang tiada terkira. "Aku pulang, ya," pamit Hamdan yang tidak ada respon dari Aisyah. Ya, gadis itu masih melamun. Kini Aisyah masuk dan mengabaikan Hamdan yang masih menatapnya. Hamdan turun lagi dari motornya, lalu berjalan mengikuti langkah Aisyah. Gadis itu masih sibuk degan angannya, sampai tidak menyadari pria berambut gondrong itu mengekorinya. "Sayang, jangan terlalu serius melamun." Aisyah terperanjat kaget tiba-tiba ada suara di belakang punggungnya, refle

