Munculnya. Partner Kerja. Malam kian beranjak. Hawa dingin di kamar berukuran 3x3 ini terasa menyeruak. Membuat Aisyah dan Lisa meringkuk badan, bergelung kain tebal di atas ranjang king size yang nyaman. Entah sudah berapa kali tangannya bergerak untuk merapatkan selimut, terutama pada bagian yang menutupi telapak kakinya. Seperti biasa, udara di kota kecil itu terasa begitu menembus tulang. Membuat mereka tak perlu lagi menyalakan pendingin ruangan. Kedua gadis itu biasa tidur dengan sang ibu. Meskipun mulutnya beberapa kali menguap dan matanya yang mulai berair, Aisyah Nahla tidak bisa tidur, ia mencoba memejamkannya. Namun, alih-alih terlelap, pikirannya kian melayang-melayang. Memikirkan pembawa separuh hatinya Aisyah memaksakan diri memejamkan netra. Lengan kanan menutup kedua ma

