Dini hari setelah acara resepsi semalam Shanum bangun dari tidurnya seorang diri di dalam kamar pengantinnya. Semalam setelah acara selesai dan rombongan keluarga pulang ke rumah masing - masing. Hanya Shanum dan Shaka yang bertahan di hotel untuk beristirahat.
Shanum tidak tahu dimana sekarang Shaka berada. Dia keluar dari kamar setelah mengantar Shanum dan tak kembali hingga subuh ini. Bergegas Shanum bangun untuk mandi dan melaksanakan salat subuh.
Setelah urusan shalat selesai dia melanjutkan dengan membereskan barang - barangnya. Dia akan Check out dari hotel hari ini. Dia ingin kembali ke rumah, karena lusa dia akan mulai koas di RSCM.
Karena keasyikan membereskan barang, dia tidak mendengar ketika Shaka memasuki kamarnya dan itu membuatnya terkejut
" untung aku sudah pake hijab " Gumam Shanum dalam hati
Shanum memang tidak pernah melepaskan hijab nya, walaupun sedang beraktifitas dalam rumah. Ketika memasuki usia remaja, Shanum belajar menggunakan hijab. sehingga sekarang Shanum merasa tidak nyaman ketika harus melepas hijab nya.
" Maaf mengagetkanmu, sebentar kita akan meninggalkan hotel terus ke rumah mu mengambil barang barangmu dan akan terus ke apartement. " Ucap Shaka
" Baik kak... " jawab Shanum pasrah
" Aku tunggu di lobi " ucapnya lagi sebelum meninggakan Shanum seorang diri.
" Aku kan lapar,. dari kemarin belum ada makan. " ucap Shanum dalam hati.
Tepat pukul enam Shanum membawa barangnya menuju lobi hotel, hanya sebuah tas ransel. Di percepat langkahnya agar Shaka tidak lama menunggunya. Sampai lobi Shaka langsung menyuruhnya masuk ke mobil dan mereka pun menuju kediaman keluarga Pratama.
Sampai disana kedatangannya disambut hangat oleh mamah dan ayah Shanum juga Adit. Walaupun sebenernya sambutan hangat itu di peruntukan buat Shaka. Shanum sangat sadar diri bahwa kehadirannya di rumah keluarga besarnya sangat tidak dinantikan, tapi dia tudak terlalu perduli karena hanya mereka yang Shanum miliki.
" Kak Shanum... " teriak Adit yang berada di lantai dua dan dia pun langsung berlari memeluk Shanum.
" Kak Shanum baik baik aja kan??? " tanyanya setengah berbisik dan di jawab anggukan oleh Shanum.
" Kami kesini mengambil barang barang Shanum mah " Ucap Shaka ketika mereka sudah duduk di ruang tamu.
Shanum pamit menuju kamar meninggalkan Shaka, Ayahnya dan juga mamahnya di ruang tamu.
" Nak Shaka mamah minta maaf yang sebesar besarnya atas kejadian kemarin. Sungguh mamah tidak akan seperti ini. " Ucap Ajeng
" Sudahlah mah, semua sudah terjadi. " ucap Shaka
" Tapi Shaka, mamah sangat malu karena kelakuan Dinda. Dan sekarang kami belum tahu dia berada dimana. Mamah sangat khawatir padanya. " Ucap Ajeng
" Kita berdoa aja, semoga Dinda baik baik saja. Dan semoga dia cepat pulang. " Ucap Yoga menenangkan istrinya
" Iya benar yang papah katakan. Mamah harus jaga kesehatan, jangan terlalu dipikiran masalah ini. Nanti akan Shaka bantu mencari keberadaan Dinda. "
" Makasih banyak Shaka. Mamah gak tahu mau ngomong apa lagi. "
Di kamar Shanum membereskan barangnya. Dia sudah di beritahu Shaka ketika di mobil untuk membawa barang - barang yang penting saja. Ketika sedang menyusun pakaian ke dalam koper Adit masuk ke dalam kamarnya.
" Boleh masuk " Tanya Adit sambil memajukan kepalanya ke dalam kamar
" Masuk aja Dit, kok kayak orang lain sich. Biasanya juga langsung Nyelonong aja. " Jawab Shanum
Adit masuk ke kamar lalu duduk di pinggir ranjang.
" Kak Shanum bahagia dengan pernikahan ini??? " Tanya Adit ragu
" Emangnya kebahagiaan Kakak penting dalam keluarga ini Dit??? " tanya Shanum dan itu membuat Adit terdiam
" Kamu gak usah khawatirkan kakak Dit. pikirkan dirimu sendiri, sekolah yang benar. Kakak akan baik - baik saja. Kakak janji " ucapnya lagi sambil mengacungkan 2 jarinya.
" Kalau ada apa apa segera hubungi Adit ya kak. " ucap Adit dan di jawab anggukan oleh Shanum.
" Titip Ayah sama Mamah ya Dit. Jangan bandel, jangan keluyuran terus, rajin belajar. "
" Iya kakakku yang cantik. "
" Gimana sudah ada berita tentang kak Dinda??? "
" Belum ada kak, lagian Adit gak ngerti dech. "
" Maksudnya??? "
" Kak Shanum pikir ya, bilangnya cinta sama Bang Shaka udah tunangan eh ujung ujungnya pas mw nikah lari. Apa sich maunya?? bikin heboh satu kampung aja "
" Sudah Dit, gak usah emosi "
" Kak Shanum gimana sich, selalu ngebela dan ngalah sama kak Dinda. Dia kan jahat, dan sekarang kak Shanum jadi tumbalnya untuk ngegantiin dia. Kak Shanum kan gak cinta sama bang Shaka. "
" Kakak memang gak cinta, tapi kedepannya kan kita gak tahu. Ingat Dit, kita gak boleh Ngedahuluin takdir yang di atas. "
" Kak Shanum nihhh, kadang buat Adit jengkel. "
" Kamunya aja yang ngeyel. "
" Kak... "
" Apaan sayang??? "
" Janji satu hal sama Adit "
" Apa itu?? "
" Kak Shanum hatus bahagia, kalau ada apa apa cerita ke Adit. Kalau bang Shaka kasar kaasih tahu Adit " Ucap Adit sambil menahan air matanya
" Kakak janji Dit " Ucap Shanum sambil menangis memeluk adik nya.
Mbok Darmi masuk ke dalam kamar, karena memang tak tertutup. Dia melihat nona dan tuan mudanya berpelukan sambil menangis, dan itu membuatkan bersedih juga.
" Maaf non, ditunggu tuan di bawah. " Ucap mbok Darmi
" Iya mbok, ini sudah mau turun kok. " ucap Shanum sambil mengelap air matanya
" Semoga non Shanum bahagia selalu " Ucap Mbok Darmi sambil menangis ketika Shanum memeluknya
" Makasih banyak mbok, sudah menemani hari hari Shanum di rumah ini. " Ucap Shanum
" Iya non... "
" yuk kak kita turun " ajak Adit sambil membawa koper Shanum dan sebuah tas yang berisi buku buku kedokteran Shanum.
Pakaian Shanum memang tidak terlalu banyak, tidak seperti Dinda yang gila barang branded. Dari dulu Shanum memang selalu di nomor duakan malah lebih sering diabaikan. Bahkan kehidupannya pun lebih seperti pembantu, semua perkerjaan art dia juga selalu turun tangan, sedangkan Dinda adalah anak emas tapi selalu didahulukan ketika ada kemauannya.
" Sudah selesai??? Hanya ini?? " Tanya Shaka ketika Shanum sampai di bawah
" Iya Bang, barang kak Shanum kan memang sedikit. " jawab Adit
" Kalau begitu kami pamit dulu pah, mah " ucap Shaka
" Shanum pamit yah, mah. " ucap Shanum sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya
Ayah dan mamahnya bersikap biasa saja, malah terlihat lebih santai dan bahagia melihat Shanum keluar dari rumahnya terutama sang mamah. Lain halnya dengan Adit seakan tidak rela kalau kakak tersayangnya pergi meninggalkan nya.
Shanum dan Shaka sudah di dalam mobil yang akan membawa mereka ke apartement Shaka.
Shanum akan memulai kehidupan barunya di sana bersama sang suami, Shaka Rahardian.
" Bismillah, semoga ini yang terbaik buatku ya Allah. Aku terima takdirmu ya allah. Kuat kan hamba dalam menjalani semuanya " Batin Shanum.