Shanum dan Shaka dalam perjalanan menuju apartemen yang ajan mereka huni. Sebenarnya Shaka sudah mempunyai rumah tinggal yang rencana akan di huni bersama Dinda ketika dia sudah resmi menjadi suami istri, tapi itu hanya menjadi impian saja dan Shaka tak berniat untuk membawa Shanum untuk tinggal disana karena dia masih beranggapan bahwa Dinda pasti akan kembali lagi.
Butuh setengah jam perjalanan untuk sampai di apartemen mereka. ketika sampai di parkiran Shanum menurunkan kopernya seorang diri dan Shaka pun tak ada niat untuk membantu sama sekali.Hal itu membuat Shanum menjadi jengkel
" Dasar lelaki gak ada pekanya sama sekali, gak tahu apa istrinya kesusahan " makinya dalam hati.
sampai dalam apartemen Shanum mengatur nafasnya yang hampir habis
" kamar lu disana, dan itu kamar gue " ucap Shaka
" maksudnya mas??? " tanya shanum agak bingung
" lu gak ngerti apa b**o??? " tanya Shaka " gue kan sudah ksih tahu kamar lu dan kamar gue itu artinya kita gak satu kamar, atau lu berharap bisa tidur sama gue??? sorry lu buksn selera gue " ucapnya sebelum meninggalkan Shanum di ruang tamu.
" idih geer banget sich. siapa juga yang mau sama situ. gini - gini selera gue juga sekelas brad pitt gak kayak situ yang sikit lagi jadi perjaka karatan. " ucapnya dalam hati sambil tersenyum.
Setelah puas memaki Shaka dalam hati dia pun menyeret koper dan tas bawaan nya menunu kanar yang sudah disiapkan oleh Shaka. memasuki kamar dia pun memperhatikan sekelilingnya.
" lebih baik dari kamarku di rumah ayah " gumamnya
merebahkan tubuh sejenak di ranjang queen size miliknya sebelum menyusun barang barang miliknya dalam lemari yang sudah disiapkan.
selesai menata semua barangnya Shanum pun keluar kamar karena perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi, diapun langsung menuju dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan. membuka kulkas yang ada hanya 2 butir telur dan 2 bungkus mie instan juga ada beberapa pentol di dalam freezer. jadi dia memutuskan untuk memasak mie instan untuk dia dan Shaka.
" lebih baik masak nasi terlebih dahulu " gumamnya sambil mengisi beras kedalam panci rice cooker
seteleh memasak mie instan dia pun memanggil Shaka untuk makan bersama j
karena baik dia dan Shaka belum ada makan dari pagi.
tok
tok
tok
ketukan kamar membuat Siempunya kamar membuka pintu
" apa lagi?? " tanya Shaka yang sedikit gusar karena istirahatnya terganggu
" Mas Shaka gak lapar??? Shanum sudah masakin mie instan. kalau mas Shaka mau yuk kita makan bareng.. " ajak nya
" duluan aja dulu entar gue nyusul " Ucapnya sebelum menutup kembali pintu kamarnya
Shanum pun langsung menuju ruang makan untuk menikmati sarapan dan juga makan siangnya. gak lama kemudian Shaka muncul dengan menggunakan celana pendek dan kaos oblong.
" maaf mas, gak ada bahan makanan lain di kulkas. jadi aku hanya masak ini. " ucap Shanum
" gak papa, " ucapnya sambil memakan mie yang ada didepannya. setelah menghabiskan makanan nya Shaka pun meninggalkan meja makan menuju ruang kerja nya.
" temui aku di ruang kerja kalau sudah membereskan pekerjaan mu. " ucapnya sebelum meninggalkan ruang makan
setelah pekerjaan di dapur beres Shanum pun langsung menuju ruangan sang suami
" ada apa mas??? " tanyanya
" mari kita bahas rencana kita ke depannya " ucap Shaka
" maksudnya?? "
" agar tidak terjadi kesalah pahaman kedepannya, gue tegasin lagi. gue gak akan ganggu privasi lu begitu pun lu gak boleh gangguin hidup gua.
lakuin apa yang lu mau, gue gak bisa cinta sama lu. itu yang harus lu ingat. jadi jangan pernah mengharapkan cinta itu akan datang. " ucap Shaka
" iya mas, Shanum mengerti " jawab shanum sambil menahan air mata nya agar tidak terjatuh
" baiklah kalau kau mengerti, sekarang kau boleh pergi " ucap Shaka
ketika akan meninggalkan ruangan Shaka memanggilnya lagi
" pegang ATM ini buat membeli keperluan rumah. " ucapnya sambil meletakkan sebuah kartu di meja" pinnya 011014 begitu juga pin apartment ini , dan untuk biaya kuliahmu aku akan mengirim langsung ke kartu itu begitu juga uang bulanan untukmu. dan satu lagi, lu bisa mengendarai mobil??? " tanya nya lagi
" bisa mas" jawabnya
" kalau begitu mobil untuk mu akan datang besok. gunakanlah untuk ke kampus. jangan kau membuatku malu dengan mengendarai motor bututmu itu " ucap Shaka
" baik mas dan makasih buat semuanya " ucap Shanum sebelum meninggalkan ruangan Shaka.
" songong banget sich jadi orang. kita liat aja nantinya, siapa tang akan menangis darah ketika kehilangan. " gumamnya dalam hati
setelah meninggalkan ruangan suaminya dia pun bersiap untuk berbelanja keperluan dapur. setelah bersiap dia pun langsung memesan taxi online
" izin dulu ah, sebelum jalan. kan aku istri solehah " ucapnya sambil mengetikkan sesyatu di gawainya.
mas aShanum ke supermarket mau beli bagan makanan
send
setelah mengetik pesan buat suaminya dia pun mengirimkan ke nomor Shaka yang baru di dapat tadi pagi di mobil. setelahnya dia pun pergi seorang diri.