Kebahagiaan versus kedamaian

1500 Kata
" Iya steven william mengajak ku menikah, ayo haga kita harus cepat menyusul mobil nya. " ujar ku menyadarkan haga caroline untuk mengejar mobil yang dikendarai steven william yang sudah cukup jauh melaju Mobil steven william melewati stasiun kereta api lalu ke jalan imam bonjol kemudian jalan listrik dan masuk parkiran rumah sakit columbia asia. Kami pun masuk ke dalam parkiran setelah steven william dan blue queen turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah sakit. Haga caroline dengan sigap memarkirkan mobil nya dan mengikuti turun dan bermain detektif agar steven william dan blue queen tidak menyadari kami mengikuti mereka. Mereka masuk ke dalam satu ruangan family club yang cukup luas. Kami bertiga hanya menunggu di luar ruangan, tidak berapa lama blue membuka pintu. " Masuklah, aku tahu kalian memgikuti kami dari cemara asri hingga ke sini. " ujar blue queen Di dalam ruangan terbaring seorang perempuan berbaring dalam kondisi yang lemah. Meskipun kepala nya botak mungkin karena efek dari kemoterapi dan penyakit kanker nya, muka nya yang pucat hampir seperti kertas putih, namun masih terlihat sangat cantik. " Indah... " panggil perempuan tersebut dengan suara yang hampir tak terdengar " Iya saya tante." sahutku sambil memegang tangan nya yang kurus dan tak bertenaga. " Indah... tante ingin melihat mu menikah dengan steven william. " perempuan tersebut memegang tangan ku dengan kedua tangan nya yang dingin. " Maaf tante. " ujar ku meneteskan air mata karena mengingat sosok beliau yang dulunya begitu anggun dan hangat. " Steven.. " ujar nya pada steven untuk berdiri di samping ku. " iy ma " ujar nya berusaha menyembunyikan kesedihan nya " Jaga lah indah " sahutnya mengambil tangan steven william dan meletakkan nya di atas tanganku " Ma... Indah tidak mau menikah dengan steven. " ujar steven william pelan seperti berbisik " Iya mama tahu, setidaknya jagalah indah meskipun kamu tidak menjadi pendamping hidupnya, indah anak yang baik, suatu saat dia akan butuh pertolongan mu" kemudian aurora meera, perempuan tersebut tiba-tiba terkulai dan mesin vital sign berbunyi. Dokter dan perawat masuk ke ruangan , melalukan resusitasi pada aurora meera, kemudian menggunakan defibrilator untuk memberi kejutan listrik berusaha mengembalikan ritme jantung nya namun nihil hasilnya. " Aurora meera, dinyatakan meninggal pada usia 50 tahun pada pukul 20.00 wib. " dokter menyatakan perempuan tersebut telah meninggal Spontan aku memeluk perempuan tersebut dan menangis kencang, aku sampai lupa haga caroline dan irene beauty masih di sana menunggu ku. Steven William menarik dan memeluk ku, air mata menetes membasahi pundak ku, itu air mata steven william yang baru saja kehilangan mama nya. " Maafkan aku bang, aku.... aku.. " ujar ku melepas pelukan nya " Makasi ya indah.. " ucapnya mengusap air mata nya dan berusaha untuk tersenyum " Mungkin sudah saatnya kalian kembali ke rumah, sudah malam, kami juga akan sibuk mengurus pemakaman. " ujar blue queen memeluk ku sesaat dan menepuk punggung ku " Kamu siapa nya steven?" tanya ku pada blue queen " Aku sepupunya, mama kami saudara kandung. Pulanglah, nanti kami akan memberitahu lokadi dan waktu pemakaman nya. " ujar nya pada kami bertiga Haga caroline pun memeluk ku sambil berbisik " gagal jadi menantu ya. " .. aku pun tak tahan untuk tersenyum mendengar nya " nah gitu donk. " ujar irene beauty menggandengku keluar ruangan Kami pun segera ke parkiran dan jalan pulang ke rumah. Sepanjang jalan pulang, tidak ada seorang pun antara haga caroline atau irene beauty yang bertanya padaku. Mungkin mereka hanya memberi waktu padaku untuk menjelaskan nya suatu saat ketika aku siap. " Indah.. Kok lama sekali pulang nak? katanya sampai sore saja?" tanya ibu sesampai nya di rumah dan membuka pintu untuk kami " Bu, kami langsung pamit pulang ya" ujar haga caroline dab irene beauty tanpa turun dari mobil " Baiklah hati- hati di jalan ya haga dan irene. " ujar ibu " Makasi ya haga irene. " sahutku melepaskan sepatu dan menenteng kantong plastik ke dalam rumah "indah, habis darimana? " tanya ibu padaku Aku hanya diam dan masuk ke dalam kamar ku, kututup pintu kamar lalu mengunci nya dan mengeluarkan baju yang kubeli lalu mandi. Pikiran ku seperti benang kusut yang tidak tanpak ujung nya. Dalam beberapa hari saja sudah banyak masalah menerpa hidupku. Tidak berapa lama aku pun tertidur hingga esok pagi nya telepon dari steven william membangunkan ku. " Ya bang?" jawabky dengan suara yang masih mengantuk " Indah.. Abang cuma mau ngabari ibu dimakamkan nanti siang. " ujar steven william " ok bang.. Nanti indah ke sana. " jawabku lalu segera menutup telepon dan membongkar isi lemari ku mencari pakaian warna hitan untuk dipakai ke pemakaman " Haga.. Nanti bisa temenin ke pemakaman ibu bang steven william?" tanya ku pada haga caroline setelah selesai mandi " Ya indah.. Kebetulan sekali kosong hari ini. " jawab haga caroline Aku pun memakai dress serba hitam lalu keluar kamar dan duduk di meja makan. " Indah mau kemana? berkabung?" tanya ibu ketika melihat ku duduk di meja makan " Iya bu. " jawab ku mengambil nasi uduk dan mie serta telur bulat pake kuah lontong ke piring makan ku " Siapa meninggal? pergi sama siapa?" tanya ibu lagi sambil duduk di meja makan " mama nya steven william bu. " jawab ku sambil memakan sesuap nasi gurih " steven mantan pacar mu waktu awal kukiah dulu?" tanya ibu memastikan " Iya bu. Sakit kanker otak stadium 3. " ujar ku Tin tin tin Suara klakson membuat ku langsung segera menghabiskan sepiring nasi gurih lalu meletak kan nya di dapur tempat cuci piring. " Indah pergi dulu ya ma. " ujar ku menyalam dan mencium pipi ibu sebelum pergi naik mobil haga caroline " Semalam tidurnya nyenyak?" tanya haga caroline melihat ku dengan muka khawatir " Sangat nyenyak bahkan bermimpi pun tidak karena kelelahan itu keluar kita seharian sampai malam. " ujar ku berkaca dan memakai lipstik " Halo indah. " sahut irene beauty muncul dari tempat duduk belakang dengan tersenyum " Ehhh irene ikut juga?" tanya ku terkejut melihat irene beauty tiba- tiba muncul dari jok belakang " Kali saja dapat jodoh nanti indah. " senyum irene polos " Hahahahhahaha... Ada- ada saja. " ujar ku tertawa menanggapi lelucon irene beauty " Ini arahnya kemana indah?" tanya haga caroline " perumahan royal sumatera. " ujar ku pada haga caroline " deg-degan.tidak si bakal datang ke salah satu pemakaman keluarga elit dan kaya raya salah satu mantan princess indah larasati" ujar irene lagi-lagi bercanda di luar nalar. Perumahan Royal Sumatra adalah sebuah kawasan hunian terbesar yang terletak di Kota Medan, Sumatera Utara. Kawasan hunian ini menempati lahan seluas 300 hektar dengan area hijau seluas 92 hektar. Royal Sumatra mengusung konsep hunian modern dengan menjaga kelestarian lingkungan. Rumah steven william sangat mewah besar dan langsung bisa kami tandai karena di jalan penuh parkiran mobil mewah , ada BMW, audi, porsche, dan mercedes benz. Ada tukang parkir juga mengarahkan kami ke parkiran lahan kosong. Kami pun turun dari mobil dan menuju rumah steven william. Semua orang terlihat sangat elegan dengan pakaian mewahnya meskipun berwarna hitam. " Indah, sini.. " ujar steven william menuju ke arah ku dan menggandeng tangan ku masuk ke dalam rumah bertemu keluarganya. Semua mata melihat ku yang digandeng steven william masuk ke dalam kastil rumahnya. " pa, ini indah yang steven ceritakan. " ujar steven william memperkenalkan ku pada seorang pria berumur 40an yang terlihat tak kalah jauh tampan demgan steven william " kenalkan saya mafileokaveka, papa steven william, saya dengar kamu yang diamanahkan almarhum istri saya untuk menikah dengan steven william tapi kamu menolak?" ujar pria tersebut menyalam tangan ku yabg gemetar " Sa.. saya .. princess indah larasati.. Maaf sebelumnya om, perjalanan hidup.saya masih panjang, saya masih ingin kebebasan dan kebahagiaan diri saya sendiri. " ujar ku berusaha menekan rasa segan ku pada papa steven william yang terlihat sangat wibawa " Ohh jadi ini harusnya calon kakak iparku? Kenalkan saya shaquilee , adik steven william" ujar seorang pria yang tampak lebih muda beberapa tahun dari steven william Aku pun menyalami shaquilee yang tampak arogan dan sinis berbeda dengan steven william yang hangat dan perhatian. " Ahhh ini, haga caroline dan irene beauty, teman satu kampus saya. " ujar ku hampir lupa memperkenalkan haga caroline dan irene beauty Lalu kami pun duduk di sofa memperhatikan semua tamu yang duduk di luar kastil. " Indah?" ujar dion victory bersama blue queen " Kamu ngapain di sini?" tanya dion victory terkejut melihat ku " Jadi kalian saling kenal?" tanya steven william datang membawa minuman dan cemilan untuk kami bertiga " Bagaimana menjelaskan ya. Kalian sama- sama mantan dari princess indah larasati. " ujar blue queen menjawab kebingungan steven william dan dion victory " Mantan? " tanya dion victory masih belum percaya " Iya dan hampir menikah" ujar blue queen tersenyum " Ahhh blue... jangan buat suasana menjadi kacau di pemakaman mama ku. " ujar steven william meletakkan minuman dan kue basah ke meja kami. " Ayo dion. Jangan sampai para tetua curiga dan membahayakan posisi princess indah larasati. " ajak blue queen "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN